RSS

Level 11 Kelas Bunsay Hari ke 8 – Review ke 8

19 Jan

Bismillah,

Are you ready bundprof?
Aye, aye, captain!
I can’t heeaaar you!
Aye, aye, captain!
Ooh…

AYe Grup 8 siap mempresentasikan hasil diskusi mereka. Dimulai dari latar belakang yang kali ini fokus pada kenakalan remaja? Tentang selebgram yang memberi contoh tidak baik. Kenapa ya bisa gitu?

Dan paling fokus di bagian toilet training

Grup aye ini fokus pada usia pra latih, 0-2 tahun.

Usia 0-2 tahun saat menyusui adalah
Sekalipun bayi kita seolah belum mengerti apa-apa, sesungguhnya mereka selalu belajar melalui indera dan rasa, maka selayaknya orang tua mulai menanamkan rasa malu dengan cara tidak mengumbar aurat bayi di sembarang tempat. Saat memandikan, mengganti baju, mengganti popok, mencebok bayi, diusahakan dalam ruang tertutup.
Jika di tempat terbuka, tutuplah auratnya dari pandangan orang lain dengan selembar kain misalnya. Saat sang ibu menyusui bayi, maka hanya bayinya yang berhak untuk berinteraksi dan melihat aurat bagian atas ibunya. Kakak-kakak bayi yang sudah tidak dalam masa menyusu, sudah tidak berhak untuk melihat payudara bunda.
Prinsip pada masa ini: berusaha menutup aurat anak dan aurat diri.

Fase 2-6
Semestinya anak (disebutnya anak, bukan bayi lagi) sudah tidak boleh melihat payudara. Pada usia ini, anak mulai diberikan pemahaman tentang menutup aurat mugholadzoh (aurat berat), yakni qubul dan dubul. Sudut pandang psikologi menyebut usia 1,5 – 3 tahun adalah fase anal dan dilanjut dengan fase uretral. Ditandai dengan matangnya syaraf otot sfingter anus, sehingga anak mulai belajar mengatur berak dan nantinya pipis (toilet training)
Anak kadang memegang-megang alat kelaminnya. Bagaimana sikap yang tepat?Anda dapat mengalihkan tangan anak anda untuk melakukan aktivitas lain yang lebih manfaat seperti melipat kertas, memainkan tali dan mainan lain yang akan menyibukkan dan melatih tangannya. Lakukan dengan lembut. Pada saat yang tepat, beri pengertian untuk untuk tidak banyak menyentuh alat kelaminnya kecuali ada keperluan seperti mau pipis, atau ada keluhan sakit.

Jika anak bertanya mengapa tidak boleh memainkannya? Saatnya anda memberi tahu tentang sopan santun, bagian tubuh yang wajar untuk dilihat dan dipegang. Beberapa perilaku seperti onani dan masturbasi dapat bermula pada masa kanak-kanak karena ketidaksengajaan. Saat mereka merasakan nyaman dan nikmat dengan memainkan alat kelaminnya, maka membuat ketagihan bahkan bisa berlanjut hingga saat dewasa.

Dan yang paling penting dan menantang di usia 2-6 tahun yaitu fase TOILET TRAINING.

Toilet training memasuki saat yang penting untuk tuntas pada masa ini, sehingga anak belajar mengontrol kapan ia harus BAB dan BAK. Anak diajari untuk tahu dimana dan dengan siapa ia harus meminta tolong melakukan aktivitas tersebut. Beritahukan pada anak, siapa saja orang yang boleh menolongnya. Semua larangan yang berlaku pada masa bayi, terus berlaku pada masa ini, seperti menutup aurat orang tua dan anak.

Perempuan
Perlengkapan
Gunakan toilet khusus anak-anak. Otot-otot panggulnya akan rileks, karena kaki si kecil tetap menginjak lantai. Kalaupun memakai toilet orang dewasa, berikan bangku kecil sebagai pijakan.
Posisi
Minimalkan cipratan pipis atau pup dengan cara menempatkan bokong dan vagina benar-benar di atas toilet. Minta si kecil untuk duduk dengan kedua lutut terbuka lebar. Sepele memang, tapi ini akan membantu otot-otot panggulnya tetap rileks.
Taktik jitu
Ajarkan si kecil untuk membersihkan (atau menepuk-nepuk) alat kelaminnya dari arah depan ke arah belakang. Biarkan dia melihat Anda melakukannya dulu. Buat dia tetap asyik dan betah duduk berlama-lama dengan menaruh buku, sticker, atau memutar lagu favoritnya di dekat toilet.
Laki-laki
Perlengkapan
Biarkan dia menggunakan toilet khusus untuk pipis. Ini kalau dia tidak siap berdiri dan “menembak”. Kalau pup, bisa saja ia tetap memakai toilet itu atau Anda tambahkan saja dudukan pada toilet Anda (plus bangku kecil untuk pijakan kakinya).
Posisi
Minta si kecil mendorong penisnya lurus ke bawah sebelum dia duduk di atas toilet. Dengan begitu, cipratan pipisnya tidak kemana-mana. Bila ia memilih berdiri, pastikan posisinya sudah pas. Kedua kaki terbuka lebar, dan ia tepat di depan toilet.
Taktik jitu
Biarkan dia melihat ayahnya, atau tunjukkan bagaimana cara “mengarahkan” penisnya.. Beri dia stiker yang lucu begitu dia berhasil. Jika ia pup, jangan lupa siapkan buku atau lagu-lagu di dekatnya. Jadi betah, deh.

Grup ini memberi tips dari Lora jansen, kalau anak itu diingatkan bukan ditanyakan saat ingin pipis itu di toilet. Tips dan trik sebenarnya agak berbeda-beda sesuai dengan ank. Anak sulung dengan adiknya bisa berbeda. Saya pun sedang mempersiapkan toilet training Nouman nanti insyaallah tanggal 23 jan. Semoga Allah mudahkan. Sudah disounding dari sekarang. Hitung mundur. Kasih tau apa yang harus dilakukan. Mencoba menggunakan caranya bu Sarra Risman.

Link media edukasi grup 8

bit.ly/Kelompok8BunsayAYE

Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Advertisements
 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: