RSS

Level 11 kelas bunsay hari ke 6 – review ke 6

18 Jan
Level 11 kelas bunsay hari ke 6 – review ke 6

Bismillah,

Kelompok 6 yang presentasi ini punya nama yang Unik, MarMed, Mamah-mamah dari Medan. Karena yang prsentasi keduanya orang Medan, hihi..

Fokus dari grup 6 ini kepada kekerasan seksual pada anak. Berkembang lagi ya temanya. Sebelumnya fokus di lgbt, kemudian pedofilia.

Penyebabnya apa sih kekerasan seksual pada anak? Penyebab yang paling disorot itu karena kerusakan otak yang terpapar oleh pornografi, narkobanya jaman sekarang.

Tapi, bisa juga dulu si pelaku pernah menjadi korban.

Rata-rata para pelaku itu adalah sosok yang ramah, mau diajak bermain dan penuh perhatian.

Mengapa anak bisa terbujuk?
Sosok seperti Babeh itu punya waktu banyak untuk bermain dan menyapa perasaan. Ia membantu anak mengerjakan PR, belajar adzan dan belajar shalat. Sementara ayah dan ibunya jarang menyapa hatinya mendengar curhat. Ayah terlalu sibuk bekerja. Abai tepatnya.

Hal yang melatarbelakangi
Babeh ternyata pada masa anak-anaknya pernah juga mengalami kekerasan seksual.

Bayangkan apa jadinya jika semua korban pedofilia tersebut itu akhirnya menjadi pelaku? Jika tidak mendapatkan trauma healing.

Wah, peran babeh seperti mengambil peran orang tua yang dicari anak. Memang lagi-lagi orang tua adalah kunci masa depan yang baik untuk anak (termasuk doanya). Kalau orang tua tidak memenuhi hak anak dalam hal perhatian, anak bisa cenderung mencari dari tempat lain.

Solusi yang ditawarkan dari grup ini yaitu..

  1. Meningkatkan kesadaran akan fitrah seksualitas
  2. Perhatian dan kasih sayang yang cukup, baik dari pihak ayah juga ibu
  3. Melatih anak untuk berpikir kritis. Ajarkan anak cara melindungi tubuhnya dengan mengajarkan sentuhan baik, sentuhan bingung dan sentuhan buruk. Ajarkan juga anak tentang pemakaian Handphone, positif dan negatifnya. Bahwa ia bisa menggenggam dunia dengan satu buku jarinya dengan handphone dan internet ditangannya. Sebelum anak diberikan handphone jelaskan terlebih dahulu segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.

Terakhir mari sama-sama kita saling menjaga karena

“ It take a village to raise a child “

Sesi pertanyaan yang dibuang sayang…

‬: Pertanyaan 1:

Pelaku kejahatan pedofilia sebagian besar mengalami hal yang sama di masa lalunya. Apa yg hrs dilakukan jika itu terjadi pada anak? Saya pernah mendapat cerita dr teman yg di cluster perumnya tjd hal itu, berujung tdk ada solusi krn dianggap tabu dan aib..
Jawab

‬: 1⃣Sebaiknya korban segera diterapi. Terutama bagi anak yang merupakan korban pedofilia tersebut.
Pertolongan pertama mungkin dari kedua orang tuanya yang harus lebih menyapa perasaan sianak, banyak diajak cerita sambil ditanyakan apa yang ia rasakan sekarang. Bila perlu minta bantuan psikolog.

Untuk pelaku sebaiknya dilaporkan ke polisi agar mendapat ganjaran yang setimpal.

Pelaku ini sudah mengalami kerusakan otak akibat paparan pornografi tadi makanya sudah tidak ada rasa takut lagi walaupun akan dikebiri. Karena otak yang mengatur benar salah dan perilaku sudah rusak.

Pertanyaan nomor 2

Pertanyaan ke 2:

Dari mbak Dyah
bagaimana kita bisa mengetahui bahwa anak2 sudah memahami pesan yang kita sampaikan? karena sy pernah lihat video bahwa anak-anak dapat dengan mudah ikut dengan orang yang tidak dikenal sebelumnya

Jawab:

2⃣Kalau untuk anak2 usia 1 mpe 2 tahun memang kita ga boleh lengah dan terus mengawasi terutama bila diluar rumah.

Kalau sudah diatas 3 tahun kita harus sudah mengedukasi mereka. baik dari menceritakan ttg anggota tubuh. atau dengan gambar atau dengan nyanyian untuk anak2.

Bisa juga dengan bercerita dan bertanya.
Misalnya,
“Nak, kamu itu sangat berharga bagi ayah dan ibu. Jadi kamu harus bisa melindungi tubuhmu terutama yang ditutup oleh pakaian dalam.”

Atau
Ibu: “Kalau ada seseorang yang memberikan sentuhan buruk apa yang akan kamu lakukan nak?”
Anak: ” Lari teriak nggak mau”

Ajarkan anak perlindungan internal yang berasal dari dalam dirinya. Jangan didikte karena jika kondisi itu menimpanya maka ia sendiri yang akan menghadapinya sendiri nanti.

Pertanyaan nomor 3

Pertanyaan 3:

Dari mbak Bai
Mba.. ini serem ih.. kan keliatan alim gtu ya.

Ada ga cara mengidentifikasi pelaku pedofilia yg berkeliaran di sekitar? Misal cirinya

Jawab:

3⃣Ciri umum:

Biasanya adalah pria dewasa
Seringkali terlihat sebagai orang pekerja keras, ke-Bapak-an dan sayang anak (family-oriented).

Contoh, Pelaku Emon yang ditangkap itu sering mengajak anak main layangan, buatin PR, main sama-sama. Jadi pada saat Emon ditangkap anak- anak disana sedih karena Emon kan sudah dianggap teman dimata anak-anak.

Para pelaku biasanya selalu menghindari kontak mata. Terkadang sering memperhatikan anak-anak dengan tatapan nafsu terutama memperhatikan dibagian sensitif.

Pelaku punya 2 cara yaitu kalau tidak merayu dengan iming-iming hadiah, makanan atau bermain bisa juga dengan ancaman

Cara yang dilakukan pedofil untuk mendekati targetnya

Mereka secara aktif mendekati anak-anak yang pendiam, membutuhkan perhatian, tampak lemah atau punya masalah di rumah.

Mereka juga memberi perhatian lebih pada anak-anak yang tidak mereka lecehkan, untuk membangun kepercayaan anak dan orangtua

Selalu mencari cara untuk bisa menghabiskan waktu berdua saja dengan anak-anak.

Link media edukasi

https://drive.google.com/folderview?id=17UUduWdTr10ACItk_tuK7TjLQrCry7rN

Sebagai oleh-oleh saya share video dari ibu Ely Risman tentang mempelajari sentuhan. Silahkan dinikmati yah bunda
https://youtu.be/eYXIs8Eu0JQ

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Advertisements
 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: