RSS

๐ŸŒŸLevel 11 Kelas Bunsay Hari 4 – Review ke 4

18 Jan
๐ŸŒŸLevel 11 Kelas Bunsay Hari 4 – Review ke 4

Bismillah,

Hari yang di nanti pun tiba. Ya, hari Kamis ini, 11 Januari, waktu presentasi kami di kelas. Hasil diskusi yang sudah dilakukan sejak seminggu sebelumnya. Diskusi yang panjang, dan penuh pengorbanan waktu dan membutuhkan bantuan dari orang sekitar.

Sebagai kelompok 4 yang berada di tengah-tengah, kami bisa melihat apa yang dipresentasikan kelompok 1 hingga 3 dan tentunya harus membuat perbedaan, baik dari segi presentasi dan juga materinya. Jujur, menurut saya ini cukup berat, karena temanya hanya satu yaitu fitrah seksualitas, tentu saja sumbernya akan mirip-mirip, solusi akan mirip. Kami pin memutuskan merangkum dan membuat solusi berdasarkan hasil diskusi kami, dan dibentuk dalam 7 poin. Gambarnya akan diupload di bawah ya..

Kendala terberat saat melakukan diskusi yaitu menemukan waktu yang pas untuk online bersama, membagi tugas dengan adil, melibatkan semua peserta supaya aktif dalam diskusi tidak timpang, dan mempresentasikan dengan mengalir.

Alhamdulillah, akhirnya presentasi dilaksanakan pukul 8 pagi. Berbeda dengan kelompok-kelompok sebelumnya. Nah ini dia presentasi dari kami:

1. Saya mau tanya mbk,bagaimana cara konkrit utk menanamkan agama di anak usia pra latih (<7 tahun) utk menguatkan pondasi diri dan sbg bekal ketika akan memasuki masa sekolah?
Seperti yg kita ketahui,lingkungan sklh jaman skrg cukup mengkhawatirkan meskipun baru SD,,g sedikit qt melihat ada anak SD yg sdh pacaran atau anak2 yg suka foto eksis di medsos dll

Jawab:
Bismillah,
1. Sumber Kuliah PK KONCI (PENDIDIKAN KELUARGA KELAS ONLINE CAHAYA ILMU):
Panduan pendidikan anak usia pra baligh ini HARUS FOKUS pada tiga hal tersebut: IMAN-ILMU-AMAL SHALIH.
Masalah urutan pendidikan agama. Yaitu adab sebelum ilmu, iman sebelum Al-Quran. Usia pra baligh merupakan waktu yang harus diisi dengan PEMBIASAAN ADAB. Bukan berarti tidak diajarkan ilmu. Kemudian iman sebelum Al-Quran dengan cara “menyangkutpautkan” segala sesuatu dengan Allaah. Bukan berarti Al-Quran tidak dipelajari. Ada banyaaaaak sekali hal yg bs kita praktekkan utk membuat pendidikan anak2 kita menjadi “nyess” dan menancap di hati anak, walau dgn cara sederhana.
a. Misalnya waktu sakit, Kita ga perlu banyak menjelaskan teori ttg iman pd taqdir pd anak. Cukup ajak anak berdoa, ajak anak sabar. Sambil dipeluk, sambil diusap bagian sakitnya, sambil diobati, kitanya ngobrol ttg itu pd anak. Walaupun anaknya msh bayi lho… emang ngerti gitu? In syaa Allaah mereka paham dan merasakan gelombang keyakinan kita.
b. Ketika anak kecewa krn es krimnya jatuh. Katakan bahwa itu sdh taqdir Allaah. Ajak sabar, yakinkan bahwa jika dia bersabar PASTI akan dapat ganti yg lebih baik. Bbrp waktu lalu ada seorang anak mengalaminya. Dia kecewa isi snack yg dibelinya sedikit (mungkin kesalahan teknis pabrik makanannya ๐Ÿ˜Š). Lalu diajak sabar, ditenangin biar nangisnya reda. Eh sorenya ada yg ngasih makanan buat semua, ma syaa Allaah. Trus dikatakan pd dia “itulah buah kesabaran kamu, Allaah ganti yg lbh baik dan banyak”
c. Ketika hujan, ajak anak utk mengetahui darimana asal hujan, bagaimana Allaah menciptakan hujan, dan manfaat hujan.
*MASA PENGASUHAN: USIA 0-5 TAHUN*
ยป Penanaman Iman lewat pendengaran (pelafalan Laa ilaha illallah)
ยป Memberikan apa-apa yang menjadi hak di usia tersebut (Kasih sayang, ASI, makanan, kesehatan, dan sebagainya)
ยป Pengenalan adab dan akhlaq secara tidak langsung caranya dengan mengajak dan memperdengarkan doa-doa harian sesuai dengan waktu dan praktek-prakteknya, contoh membaca basmallah dan menggunakan tangan kanan ketika mau makan, membaca doa dan melangkahkan kaki kiri ketika masuk WC dan sebagainya
ยป Perbanyak memperdengarkan bacaan Al-Quran
*MASA PENDIDIKAN AWAL: USIA 5-7 TAHUN*
โ—‹ Tanamkan keimanan lebih dalam lagi (menyangkutpautkan segala hal kepada ALLAH), contoh hari sedang hujan: anak diberitahu hujan itu diturunkan oleh Allah, manfaat hujan, doa ketika hujan turun, dan sebagainya. Ingat prinsip pendidikan di pertemuan pertama JADIKAN SETIAP PERISTIWA (kapanpun, di manapun, dan kondisi bagaimanapun) menjadi PENDIDIKAN. Kemudian bacakan kisah-kisah nabi dan rasul.
โ—‹ BIASAKAN ADAB DAN AKHLAQ SEHARI-HARI. INGAT: BIASAKAN! (Kuncinya sabar dan istiqamah)
โ—‹ Ajarkan pondasi-pondasi ilmu: tahsin dan hafalan Al-Quran, hafalan hadits, baca tulis (diutamakan baca tulis Al-Quran dan Hadits), dan berhitung.
Adab sehari-hari di rumah dan sekitarnya yang diutamkan.
โ†’ Tidur dan bangun tidur
โ†’ Masuk dan keluar kamar mandi
โ†’ Makan dan minum
โ†’ Memakai dan melepas pakaian
โ†’ Memakai dan melepas sandal/sepatu
โ†’ Keluar dan masuk rumah
โ†’ Semuanya adab sehari semalam

Namun teknisnya bertahap sesuai usianya. Bisa jadi hanya diajak dan diperdengarkan, kalau sudah lancar bicaranya sedikit demi sedikit dihafal doa-doanya.

Catatan: TIDAK SEKEDAR DIHAFAL. Karena yang terjadi di masyarakat adalah hanya menjadi hafalan dan itu dibanggakan. Hafalan itu akan mudah hilang seiring waktu berjalan jika TIDAK diamalkan. Pastikan dibiasakan dan diingatkan terus. Kuncinya: _pembiasaan adab_. Bukan hafalan doa semata.
Adab utk anak <5thn adalah adab yg berkaitan dgn kegiatannya di usianya. Biasanya msh berhubungan dgn aktivitas diri sendiri.

Maka selaku ortu terutama ibu (yg sering mengurusi keseharian anak) WAJIB mengetahui tata cara adab yg benar sesuai tuntunan Rasulullaah.

Lalu AMALKAN.
Kemudian BIASAKAN pada anak2 bahkan sejak dia bayi.

Mau minum ASI baca basmalah.
Setelah memakaikan baju, kita lafalkan doanya di hadapan anak.
Mau jalan2 keluar rumah, sambil gendong bayi, sambil ajak dia berdoa.
Mau masuk kamar mandi utk memandikan pun lafalkan doanya.

Teruuuus begitu sampai dia bisa dan hafal. Berikut tata caranya: pakai kaki/tangan yg mana, menghadap ke mana, apa yg boleh/dilarang, dll.

Kalau lupa, INGATKAN.
Setiap hari, setiap aktivitasnya, setiap detik.
Ingat ya, KITA lho yg ikut melafalkannya. Anak pasti mendengar lalu diajak mengikuti.

Maka pelan2 anak akan teringat dan melakukan itu. Tanpa paksaan, tanpa diminta menghafal. In syaa Allaah nempel sendiri.

Setelah usianya lebih dari 5thn, baru ditambah penjelasan sederhana dari dalilnya.

Susah, cape, ribet, bawel, tapi begitulah pendidikan di awalnya… tapi itu akan memudahkan kita mengajarkan adab lain dan ilmu2 lain di tahapan usia selanjutnya.

Intinya, Kaitkan segala sesuatu dan kejadian pada Allaah. selalu kaitkan juga dgn Rasulullah.
Knp makan hrs pakai tangan kanan? Krn begitu kata Rasulullah. Kenapa hrs qoilulah? Krn Rasulullah melakukannya. jangan lupa utk selalu konsisten dlm membuat aturan dlm rangka mendidik anak-anak kita. Aturannya tentu aturan diin syar’i ya… Bukan aturan budaya atau sosial kemasyarakatan. jangan mudah lelah dan mudah merasa capek mengingatkan. Misalnya: pakai sandal sunnahnya hrs kanan dulu. Kalau anak pakai yg kiri dulu, ingatkan, suruh ulang lagi pakainya (yg kanan dulu). Tiap pake sendal begitu. Kalau terus diingatkan, maka adab itu akan nempel.

2. Sumber diskusi: Kontrol penggunaan internet. Usahakan tidak memberikan smartphone dengan ada internet di dalamnya. Anak itu fitrah. Agama juga fitrah. Sifat fitrah anak mesti di jaga. Seperti rasa bersyukur/ (biasakan terima kasih), rasa bersalah (biasakan meminta maaf), rasa membutuhkan (biasakan dengan kata tolong).

3. Sumber buku Harry Santosa
Jadi menanamkan agama tidak bisa dipksa tapi ditumbuhkan kecintaannya terlebih dahulu. 0-2 tahun anak masih meniru dan meneladani orang dewasa terdekat, sedapat mungkin ayah dan ibu memberikan contoh teladan yang baik, misal suka cita menyambut adzan, sholat dengan muka berseri2.

Ini pertanyaan nomor 2

2โƒฃTerkait yang diajarkan beladiri, ada rekomendasi ga ya? Mulai usia berapa sebaiknya dan khusus untuk perempuan baiknya ikut apa ya beladiri ya.. hatur nuhun
Jawab:
Bismillah,
Berdasarkan suami yang pernah ikut beberapa bela diri (karate, taekwondo, wingchun), yang cocok untuk perempuan:
1. Wingchun. Di desain untuk perempuan. Gerakan sederhana dan efektif. (Yang dipake di film seperti Ip Man, dan juga dasar beladiri Bruce Lee juga).
Wing Chun merupakan seni bela diri yang dikembangkan oleh seorang biksu perempuan. Gerakan-gerakannya sangat cocok untuk wanita dan efektif melumpuhkan lawan tanpa harus mengandalkan tenaga besar. Selain itu, jurus-jurusnya cocok untuk pertarungan jarak dekat, sebagaimana tindak kejahatan biasanya dilakukan di tempat-tempat yang sempit seperti dalam kendaraan umum, gang sempit, atau bahkan rumah sendiri.

Wingchun ada di bogor, di daerah pajajaran.

Kalau dari sumber internet, via ( http://bangka.tribunnews.com/amp/2016/03/17/inilah-7-ilmu-beladiri-cocok-untuk-kaum-wanita-melindungi-dari-kejahatan )

2. Taekwondo.
karena lebih fokus pada menendang. Pria memiliki kekuatan tubuh bagian atas yang lebih besar dibanding wanita, dan ini bisa membuat wanita lebih rentan kalah jika bertarung dengan pria. Dengan teknik tendangan Tae Kwon Do, wanita bisa mengalahkan kekuatan pria.

Tapi tentu ada kekurangannya, terutama ketika lagi di tangga, kita ngga bisa nyerang pake kaki, hatus pake pukulan. Dan juga wanita biasanya pakai rok, yang ini juga membuat sulit untuk melakukan tendangan.

3. Aikido
Olahraga yang berasal dari Jepang ini, mengajarkan keterampilan untuk membalikkan kekuatan lawan dan melumpuhkan mereka. Pemanfaatan kekuatan lawan pada Aikido, sangat cocok untuk para wanita yang mayoritas lebih lemah daripada pria.

3 olah raga tersebut mba yang kami rekomendasikan, Wallahu alam โ˜‘

Ini pertanyaan no 3:

3โƒฃBagaimana caranya spy supaya anak mampu menerima perasaan diri sendiri dan orang lain. (Untuk anak perempuan)

Jawab:
Bismillah,
Kami bantu salin dari tulisan artikel asli yayasan kita dan buah hati, dan kami bold bagian yang menjawabnya:

Jiwa ibu adalah lautan rasa, ia mengisi pundi-pundi jiwa anak-anak dengan limpahan kasih sayangnya. Maka, penting bagi anak perempuan kita memiliki kemampuan membaca bahasa tubuh, menerima perasaan orang lain, serta kemampuan mendengar dan menunjukkan kasih sayang.

Seringkali ada kondisi dimana seorang ibu merasa sudah mencurahkan segenap kasih sayangnya kepada anak-anak, namun dari sudut pandang anak tidaklah demikian. Biasanya hal ini dikarenakan ketidakcocokan bentuk kasih sayang yang ditunjukkan. Misalnya, Ibu menunjukkan kasih sayang dengan memberi segala keinginan, namun anak ternyata menganggap bentuk kasih sayang adalah dengan dibacakan buku cerita sebelum tidur atau ditemani mengerjakan PR.

Keterampilan membaca bahasa tubuh, menerima perasaan orang lain, serta kemampuan mendengar dan menunjukkan kasih sayang dalam diri kita *dapat diasah dengan membiasakan diri berpikir dan merasa sebelum bicara. Saat anak memecahkan vas bunga kesukaan kita, jangan buru-buru menasehati. Sapa dulu perasaan anak, โ€œKakak takut dan terkejut ya?โ€.*

Dua peran dan beragam keterampilan di atas bukanlah sesuatu yang bisa diajarkan dengan lisan, tapi seperti memasak, anak perempuan kita bisa mengikuti dari melihat ibu dalam keseharian.

Kesimpulan yang kelompok kami ambil:
Seringlah bertanya mengenai perasaan yang ia rasakan dalam setiap kondisi, agar ia menyadari tentang perasaan yang dia rasakan. Seperti contoh di artikel yayasan kita dan buah hati tersebut, ketika anak perempuan kita melakukan kesalahan, tanyakan terlebih dahulu perasaannya, apa ia terkejut, sedih, tidak suka, bosan. Insya Allah bila terus dilakukan akan mulai menerima dan mengenal perasaan dirinya sendiri.
Untuk mengenalkan perasaan orang lain, bisa kita kisahkan dengan cerita yang merefleksikan ke dirinya. Misal, kita mengisahkan tentang bahasa tubuh teman yang sedang sedih, bahagia, kecewa dan lain-lain. Beri tahu juga apa yang harus ia lakukan kalau ada temannya menghadapi berbagai macam perasaan tersebut. Dan juga bisa beri pertanyaan, misal tentang merebut mainan tanpa izin, kita bisa tanyakan ke anak perempuan bagaimana perasaan yang ia rasakan bila hal tersebut terjadi pada dirinya, apakah dia suka?, Bila menjawab tidak suka, kesal, sedih, bisa diajarkan untuk tidak melakukannya. WAllahu ‘alam โ˜‘

Ini pertanyaan nomor 4

4. Jika sy ingin anak sy kelak mendalami ilmu agama sekiranya kpn usia yg tepat sy bisa memasukkan dy k pesantren? Kriteria pesantren spt apa yg ‘aman’ unt anak? Mengingat ad beberapa cerita ttg penyimpangan seksual yg justru berawal dr pesantren/boarding school.
Jawab:
Bismillah, ini kami sadur dari kuliah pk konci salah satu anggota kelompok.

“Menitipkan anak ke pesantren dan boarding school utk usia SD menurut kami belum waktunya. Kalau usia SMP, silahkan. Jadi, sebaiknya anak dipesantrenkan (diasramakan) ketika usia baligh. Di bawah itu sebaiknya jgn dulu. Krn anak perlu bimbingan langsung ortu dan ikatan yg kuat dgn ortu di usia pra baligh.

Karena usia SD kebutuhan akan perhatian dan kasih sayang orang tua masih besar. Dan sebagai orang tua kita mendapat kesempatan untuk menguatkan pondasinya terlebih dahulu. Dibantu oleh guru yang berkompeten di lembaga yg dipilih.

Perlu diperhatikan juga mengasramakan anak perempuan. Itupun hrs dipilih pesantren yg sangat memperhatikan keamanan bagi anak perempuan”

” *Dalam hal memilih lembaga pendidikan*, kami lebih menyarankan _hindari pikiran_ pada *megahnya bangunan*, *lengkapnya fasilitas*, *nyamannya lingkungan*, dan *bla bla bla* yang judulnya biar anak kerasan belajarnya….

Sungguh….
kebarokahan itu jarang ada pada kondisi seperti itu. Para salafush shalih berada pada tingkatan manusia terbaik karena fokusnya pada ketaatan kepada Allah, bukan pada hal materi….

Pendidikan mereka serba terbatas tetapi barokah.

*Bukankah Allah Memperingatkan kepada hambanya untuk menghindari bermegah-megahan?*
*Hal yang kami tekankan* dalam memilih lembaga pendidikan untuk anak adalah *lihat dan nilai terlebih dahulu adab dan akhlaq guru-gurunya*…..
Karena ini merupakan hal yang urgen.

Buat apa bangunan kuat, supermarket ada, bahkan di kelas ada kulkas segala namun guru di depan muridnya banyak mencontohkan hal-hal yang buruk, seperti merokok, terlambat datang, berkata kasar, dan sebagainya.
๐Ÿ’ก _Cari lembaga pendidikan yang adab dan akhlaq gurunya dominan mulia._ Setelah itu, adalah lihat kurikulum dan hal-hal lainnya.
Jadi, *lembaga pendidikan yang ideal menurut kami* adalah lembaga pendidikan yang guru-gurunya beradab dan berakhlaq mulia, kurikulumnya sangat memperhatikan Al-Quran dan Hadits, menanamkan keimanan kepada anak, dan diterapkannya ketaqwaan di mana pun berada. Taqwa sedang belajar, taqwa sedang istirahat, taqwa di mana pun dan kapan pun. Demikian.”
Wallahu alamโ˜‘

Ini pertanyaan nomor 5

5โƒฃ jika seorang laki-laki sudah terlanjur jadi seorang suami yg trnyta fitrah ke-lelaki-an nya lemah (mis: trlalu lmbut, sangat perasa, banyak mengalah, berkemauan kurang dalam menafkahi keluarga, dll) apakah ini bukti bahwa fitrah sbg seorang laki2 cedera atau bgaimana? n siapa yg paling harus berperan memperbaikinya. Mksh mba2..

Jawab:

Bismillah, sebenarnya belum tentu bukti bahwa ada fitrahnya yang cedera. Bila masih ada orang tuanya, tentu orang tua masih punya peranan mendidik anak, karena pendidikan terhadap anak tidak berujung hingga orang tua meninggal. Namun, karena sudah berumah tangga sendiri, istri sebagai orang yang posisinya lebih dekat baik lokasi dan di hati juga dekat bisa membantu meningkatkan fitrah kelakiannya kembali. Cara-cara nyatanya, dengan mengizinkan dia melakukan me time berupa olah raga laki-laki, seperti fitness (angkat beban), futsal (berkumpul dengan teman laki-laki), basket, panahan, berenang, berkuda, mendaki gunung. Istri tidak mengambil alih dalam proses pengambilan keputusan, diserahkan kepada suami dan percaya pada keputusannya. Cara lain bisa dengan suami yang menjadi imam di perjalanan, menentukan destinasi, acara, visi misi jalan-jalan, untuk melatih sifat kepemimpinannya.
Memberikan nafkah juga sebenarnya sudah melatih sifat kelakiannya, tanggung jawabnya terhadap keluarga.
Istri dan orang tuanya bisa bekerja sama dalam meningkatkan fitrah kelakiannya.

Wallahu alam โ˜‘

Ini pertanyaan nomor 6

6. Point 3 tentang keluar dari tabu dan saru, apakah ketika anak melihat ttg hubungan (kawin) yg dilakukan oleh misal kuncing jantan dan betina, lalu bertanya *itu sedang apa?* apakah kita jelaskan seadanya? ๐Ÿ˜

Jawab:
Bismillah,
Kalau anak masih usia dini, di bawah 7 tahun, bisa dijawab “kucingnya sedang proses berkembang biak, untuk punya keturunan. Atau bisa juga, kucingnya sedang menikah”.
Prinsipnya, tdk berbohong. Dijelaskan sesuai daya tangkap anak. Wallahu alam โ˜‘

Penutup dari kami

๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ
Taqwa adalah modal penting dalam mendidik anak.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ menekankan: _”Yang menentukan (keberhasilan) pembinaan anak, susah atau mudahnya, adalah kemudahan (taufik) dari Allah ุนุฒู‘ูˆุฌู„ู‘, dan jika seorang hamba bertakwa kepada Allah serta (berusaha) menempuh metode (pembinaan) yang sesuai dengan syariat Islam, maka Allah akan memudahkan urusannya (dalam mendidik anak)._

๐ŸŒนโ˜˜๐ŸŒนโ˜˜๐ŸŒนโ˜˜๐ŸŒนโ˜˜๐ŸŒนโ˜˜๐ŸŒน

Link media edukasi

Dan media edukasi dari kami
http://bit.ly/mededukasifuntastic3bo

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Advertisements
 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: