RSS

Level 11 Kelas Bunsay Hari 2 – Review 2

16 Jan

Bismillah,

Memasuki hari ke 2, 9 Januari, mulai kelompok 2 yang melakukan presentasi. Karena saya berada di kelompok 4, tentunya memperhatikan peningkatan yang dilakukan oleh kelompok 2 harus dicermati, untuk masukkan saat kelompok saya melakukan presentasi.

Kelompok 2 ini diisi oleh kelompok De’HaP Mom yang artinya the happy mom. Anggotanya terdiri dari 3 orang, yaitu mba Desy Dwianuk, mba Pipin latifah, dan mba Hilda L.N.A.D. Kelompok 2 membahas tentang kasus perceraian sebagai latar belakang utama. Menarik kan ya. Walaupun, temanya sama, tapi sudut pandang yang dilihat berbeda.

1. Kasus perceraian di Indonesia : dari 2 juta pernikahan, 314.967 cerai.

Artinya lebih dari 10 persen rumah tangga berakhir dengan perpisahan menyakitkan.
Penyebab perceraian banyak hal, mulai dari selingkuh, ketidak harmonisan, sampai karena persoalan ekonomi.

Lalu kemudian membahas tentang sistem budaya yang menomor satukan laki-laki, dna perempuan hanya dipandang sebelah mata utnuk beberapa suku. Karena hal ini, jadinya kadang ada yang berpikir bahwa melakukan kekerasan pads perempuan itu boleh saja.

Selain itu, dalam kelompok ini juga membahas pengertian perbedaan kata, gender dengan jenis kelamin. Karena gender itu lebih ke karakter, sedangkan jenis kelamin itu berdasarkan fisik biologis.

Pembagian solusinya dibagi menjadi 2, ekaternal dan internal.

Untuk menjawab tantangan yang saat ini marak dalam masyarakat, *Peran apa yg bisa kita lakukan?*
_Internal_
Pendidikan fitrah seksualitas harus diterapkan sejak dini pada anak-anak kita.

Ada tiga *tujuan* utama yang ingin dicapai pada pendidikan fitrah seksualitas.

*1. Membuat anak mengerti tentang identitas seksualnya.*
a. Indikatornya :
Anak bisa memahami bahwa dia itu laki-laki ataupun perempuan.

Anak sudah harus bisa memastikan identitas seksualnya sejak berusia tiga tahun.

Orangtua mengenalkan organ seksual yang dimiliki oleh anak. Ada baiknya dikenalkan dengan nama ilmiahnya, misalnya vagina pada perempuan atau penis pada laki-laki.

*2. Mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya.*
Anak mampu menempatkan dirinya sesuai peran seksualitasnya. Seperti cara berbicara, cara berpakaian atau merasa, berpikir dan bertindak.

*3. Mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual.*
Ketika anak sudah lancar berbicara dan mulai beraktivitas dengan teman-temannya di luar rumah, maka orangtua perlu mengajarkan tentang area pribadi tubuhnya. Area pribadi tubuh adalah bagian tubuh yang tidak boleh dipegang oleh orang lain, kecuali untuk pemeriksaan atau untuk dibersihkan.
Hanya orangtua ataupun dokter yang boleh memegang area pribadi ini.
Ada empat area pribadi yaitu anus, kemaluan, payudara dan mulut.
Dengan demikian anak akan waspada kepada pihak-pihak yang akan melakukan kejahatan seksual padanya.

_eksternal_
Jadi kontrol sosial yg peduli dg lingkungan sekitar dg cara yg lembut dan santun.

Pembahasannya hampir mirip dengan kelompok satu, tentunya menitikberatkan ada di peran orang tua untuk faktor internal. Orang tua bisa mengenalkan tentang organ-organ tubuh, cara membela diri, dan memberi tahu peran sesuai seksualitas nya.

Dan sisi inovatifnya, kelompok ini membuat lagu dari lirik yang sering dipakai anak-anak.

Kemudian ini rangkumannya:

*Membangkitkan fitrah seksualitas pada anak berbeda menurut tahap usia anak*. (Harry Santosa, Fitrah Based Education)

*A. Tahap Pra Latih.*
Usia 0-2 Tahun.

Anak harus dekat dengan ibu.
Ibu menyusui anaknya. Menyusui bukan sekedar memberi ASI.Artinya ketika menyusui ibu memberikan perhatian secara penuh kepada anaknya.
Tidak melakukan aktifitas lainnya saat menyusui.

*Usia 3-6 tahun.*
Anak harus dekat dengan kedua orangtuanya. Sosok ayah dan ibu harus hadir agar anak memiliki keseimbangan emosional dan rasional. Kedekatan kedua orangtua akan membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok laki-laki dan perempuan.

*B. Tahap Pre Aqil Baligh 1 (7-10 tahun).*
Pada usia ini anak laki-laki lebih didekatkan kepada ayah. Mengapa? Karena usia ini egosentris anak bergeser ke sosio sentris. Ayah membimbing anak lelakinya untuk memahami peran sosialnya.

Caranya :

1. Ayah mengajak anak lelakinya berjamaah di masjid.
2. Bongkar pasang mesin2 di rumah bersama.
3. Cuci mobil bersama anak laki2nya

*ibu dan anak perempuannya?*
1. Membuat makanan kesukaan anak bersama.
2. Belajar menjahit, membuat pita, bandana, menyulam, dsb.
3. Ibu menjelskan ttg menstruasi, peran wanita yg kelak jd ibu, dsb.

*C. Tahap Pre Aqil Baligh 2 ( 11-14).*
Usia ini adalah puncak perkembangan Fitrah Seksualitas. Pada usia ini anak laki-laki akan mengalami mimpi basah, sedangkan anak perempuan akan mengalami menstruasi. Mereka juga mulai memiliki ketertarikan pada lawan jenis.

*berikan mereka kamar terpisah.*

Di usia ini anak laki-laki harus lebih dekat pada ibunya. Tujuannya, agar dia mampu memahami dan memperhatikan lawan jenisnya melalui kacamata perempuan.
Sehingga kelak dia akan tumbuh sebagai laki-laki yang bertanggungjawab dan penuh kasih sayang.

Anak perempuan pada usia ini harus lebih dekat dengan ayahnya. Ayah menjadi cinta pertamanya.Ayah menjadi sosok ideal dimatanya. Menjadi tempat mencurahkan segala keluh kesah. Kedekatan ini membuat anak perempuan bisa memahami bagaimana laki-laki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan sesuai persepsi laki-laki.

Pasca usia 14 tahun anak bukan lagi anak. Mereka adalah individu yang setara.
Tugas orangtua sudah selesai di usia ini. Sebab jumhur ulama sepakat usia 15 thn adalah usia aqil baligh. Anak sudah bertanggungjawab pada dirinya sendiri.

Diskusi tanya jawab dimulai saat malam hari, hingga maksimal jam 9malam. Pertanyaan yang masuk cukup banyak. Dan cukup ramai saya diskusi. Sayang saya melewatinya karena waktu malam cukup padat dengan si kecil. Banyak insight dan tambahan baru dari grup 2. Sudut pandang dan pencarian sumber memiliki kesamaan yaitu dari Bapak Harry Santosa sang pakar pendidikan fitrah.

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Advertisements
 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: