RSS

11 Cara Membangun Rumah di Surga

17 May

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah, setelah sekian lama ngga pernah update blog, sekarang bisa menulis lagi :). Pagi ini, di sabtu yang cerah dengan suhu 36 derajat celcius, saya dan suami bisa mendengarkan kajian melalui youtube. Mengapa dengar kajiannya lewat youtube? karena cukup jarang yang melakukan kajian di Taiwan dengan detail menjelaskan mengenai hadits dan dari ulama yang benar-benar memahaminya. Jadi, salah satu cara terbaik untuk charge keimanan dengan mendengarkan kajian di youtube atau bisa juga streaming radio online, seperti rodja.

Pagi ini, kami memilih tema tentang “Rumahku masih ngontrak” oleh Ustadz Dr Syafiq Basalamah MA (Link youtube: https://www.youtube.com/watch?v=1MT9IAtXAJk). Tema yang menarik karena kami berdua pasangan baru dan belum punya rumah. Awal mulanya tertarik karena kami pikir akan menjelaskan tentang riba dan bagaimana Islam memandang tentang cicilan rumah. Ternyata, cukup berbeda, walaupun ada pembahasannya juga. Di luar dugaan, “rumahku masih ngontrak” memiliki arti “rumah kita saat di dunia”. Ya, setiap orang yang punya rumah di dunia, ataupun yang mengontrak, ataupun yang rumahnya dikontrakan, hanyalah “ngontrak”. Rumah-rumah itu bukanlah rumah yang abadi. Paling, hanya ditinggali puluhan tahun. Setelah itu, setelah waktu wafat tiba, si pemilik rumah akan dikeluarkan dari rumah dan bertempat tinggal baru di kuburan.

Lalu, bagaimana supaya memiliki rumah yang tidak ngontrak?

Dalam kajian ini dibahas 12 cara untuk mendapatkan rumah di surga yang dibangun oleh Allah. Didukung hadits dalam setiap poin penjelasannya. Selain itu, banyak juga kisah atau pengetahuan menarik yang banyak kita mungkin belum pernah tahu atau dengar sama sekali. Seperti tempat yang dibenci Allah yaitu pasar. Khadijah radiallahu anha dikabarkan melalui malaikat jibril kepada Rasulullah salallahu alaihi wassalam bahwa Allah membuatkannya rumah di surga dan menyampaikan salam untuknya. Sungguh kisah yang luar biasa.

Rumah di surga, bukanlah rumah seperti di dunia yang bisa mengalami luntur cat, bocor, dll. Rumah ini tersusun dari emas dan perak. Dihiasi oleh segala keindahan, catnya tidak pernah pudar. Perekatnya menggunakan minyak kasturi. Kerikilnya batu permata dan mutiara. Tanamannya tidak pernah layu. Buah-buahannya selalu berbuah. Dibangun di atas sungai-sungai yang mengalir. Dan ketika masuk rumah, dihilangkan kegundahan dan kesedihan. Tidak ada kata-kata kasar di dalamnya, dll. Sungguh, dari penggambaran ini, rumah yaNg sangat diidamkan oleh seluruh manusia. Dan rumah ini bersifat abadi, hanya Allah Yang Maha Mengetahui sampai kapan rumah itu ada.

Bersabda Rasulullah-shalllahu ‘alaihi wa sallam- dari hadis Abu Hurairah :
الجنة بناؤها لبنة من فضة و لبنة من ذهب و ملاطها المسك الأذفر و حصباؤها اللؤلؤ و الياقوت و تربتها الزعفران من يدخلها ينعم لا يبأس و يخلد لا يموت لا تبلى ثيابهم و لا يفنى شبابهم

“Surga itu bangunannya tersusun dari batako yang terbuat dari emas dan perak, adukan semennya adalah campuran misik alazfar,permata yakut dan pasirnya adalah za’faran, barang siapa yang memasukinya akan menikmatinya dan tidak akan pernah binasa, dia akan kekal hidup tidak pernah mati,pakaian mereka tidak akan lusuh dan usia muda mereka di sana tidak akan pernah menua”.HR. Ahmad dan Tirmizi dan Al-Albani mensahihkannya dalam Sahih al-Jami no 3116.

Bagaimana cara untuk mendapatkannya?

Saya mencoba merangkum dari kajian yang saya dengar ini. Namun, alangkah baiknya untuk mendengarkan secara langsung karena bengitu menyenangkan mendengarkan hadits secara langsung.

Berikut, 11 cara untuk mendapatkan rumah di surga:

1. Mengerjakan shalat untuk Allah sebanyak 12 rakaat dalam sehari

Di dalam kajian ini menjelaskan 12 rakaat ini merupakan shalat sunnah rawatib yaitu: 2 rakaat sebelum shubuh, 4 rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat sesudah dzuhur, 2 rakaat sesudah maghrib, dan 2 rakaat setelah isya.

2. Membangun Masjid

Bila memiliki kelebihan harta, bauk uang ataupun tanah, bisa diwakafkan untuk dijadikan sebuah Masjid. Tetapi syarat utamanya yaitu selalu niatkan karena Allah. Bila tidak memiliki harta yang banyak, bisa semampunya. Contoh membelanjakan uang 50 ribu untuk membeli semen. Dan semen ini diangkat sendiri ke Masjid. Jangan sampai menyia-nyiakan peluang pahala. Bila tidak mempunyai harta sama sekali, lakukan dengan tenaga.
“Jangan takut miskin!” dalam membuat rumah Allah di dunia. Saat penjelasan ini, dikisahkan Al-itzmi bin Abdussalam yang hidup di masa perang salib di Dasmaskus. Suatu saat di Dasmakus ada kenaiakan harga, terutama di barang-barang pokok. Sampai orang-orang kesusahan. Harga-harga pokok naik, maka harga-harga lainnya, terutama kebun-kebun dan rumah-rumah menjadi turun dan ngga ada harganya. Hingga suatu waktu, istrinya yang sholeh berkata kepada Al-itzmi bin Abdussalam untuk menggunakan emas yang dimilikinya untuk dibelikan kebun. Jadi kalau musim panas kita bisa istirahat di sana. Al-itzmi bin Abdussalam pun menjualnya di pasar. Kemudian, dia melihat orang yang lagi susah, ia sedekahkan hasil penjualannya kepada orang yang sedang susah tersebut. Kemudian pulang, dan ketemu dengan istrinya. Istrinya kemudian berkata “Apa kau sudah belikan kebun itu?”. Al-itzmi bin Abdussalam menjawab “iya, aku sudah membelilnya. Tapi kebun di surga yang aku belikan.” Jawaban istrinya: “Jazakallah khair”.

3. Membaca QS. Al-Ikhlas 10 kali

Bacalah Al-Ikhlas sepuluh kali dengan penghayatan terhadap tafsirnya karena surat ini berisi mengenai ketauhidan. Hal ini bisa dianggap mudah. Tapi yang mudah dapat menjadi sulit, bila Allah tidak membimbingnya. Imam Ahmad bila mendapatkan sunnah, langsung segera mempraktekannya. Yuk, lakukan :)!

4. Bersabar dan memuji Allah tatkala mendapatkan musibah berupa ditinggal mati anak

Perkara ini bukan hanya bersabar, tetapi juga bersyukur. Apapun yang terjadi, bagaimana pun kondisi hidup tetap memuji Allah, berkata Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah dalam semua kondisi. Dan ini yang harus dikatakan seseorang ketika ia ditinggal mati anaknya. Rasulullah salallahu alaihi wassalam menceritakan bila anak seorang hamba meninggal, maka Allah berfirman kepada malaikat dan Allah lebih tahu apa yang terjadi, tetapi Allah ingin menggambarkan bagaimana rahmat dan kebesaran Allah, Allah bertanya kepada malaikat pencabut nyawanya: “kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?”. Malaikat menjawab: “iya”. Kemudian Allah mengatakan: “kalian cabut buah hatinya? kalian matikan buah hatinya?”. Kata malaikat: “iya, ya Allah”. Allah bertanya: “Apa yang dikatakan hamba-Ku?”. Allah lebih tahu dengan apa yang dikatakan hamba-Nya, tetapi Allah bertanya di sini kepada malaikat-Nya: “Bagaimana sikap hamba-Ku itu ditinggal mati oleh anaknya?”. Para malaikat itu mengatakan: “Dia memujimu ya Allah. Dan dia beristirja. Dan dia tahu bahwasanya dia milik-Mu, bakal kembali kepada-Mu. Dia memuji-Mu dan mengatakan Innalillahi wa innaillaihi rajiun. Itu yang diaktakan hamba-Mu Ya Allah”. Maka Allah mengatakan kepada para malaikat-Nya: “Bangunkan rumah buat hamba-Ku ini. Buatkan rumah untuk satu orang ini. Yang dia memuji-Ku atas musibah yang menimpanya. Yang dia kemudian mengatakan innalillahi wa innaillaihi rajiun. Bangunkan rumah untuk hamba-Ku ini dan beri nama rumah itu, rumah pujian.”

5. Untuk mereka yang suka ke pasar, masuklah dengan membaca doa masuk pasar. 

Doa Masuk Pasar

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa Ilaaha Illallaahu wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku Walahul Hamdu, Yuhyii, Wayumiitu, Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu, Biyadihil Khairu, Wahuwa ‘alaa Kulli Syai-in Qadiir

Artinya: Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sumber Doa

Dari Umar bin al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ

Barangsiapa masuk pasar lalu ia mengucapkan, “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu,” niscaya Allah menuliskan baginya sejuta kebaikan dan menghapuskan darinya sejuta kejelekan serta mengangkat derajatnya hingga sejuta derajat”.” ( HR. At-Tirmidzi no. 3350, Ibnu Majah no. 2226, Al-Hakim no. 1930. Syaikh Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan dalam Shahih wa Dhaif Sunan Ibnu Majah no. 2235, dan Shahih wa Dhaif Sunan At-Tirmidzi no. 3428, Shahih al-Jami no. 6231, Misykah al-Mashabih no. 2431, Shahih al-Targhib wa Tarhib no. 1694). Dalam riwayat Ahmad terdapat tambahan, “Dan Allah membangunkan baginya rumah di surga.

– See more at: http://www.voa-islam.com/read/doa/2011/03/09/13697/doa-masuk-pasar-dan-manfaatnya/#sthash.0TQt8mmr.dpuf

6. Tinggalkan kebiasaan berdusta, walaupun bergurau. 

7. Meninggalkan perdebatan, walaupun merasa benar.

Rasulullah –shallallohu ‘alaihi wasallam– bersabda :

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam kebenaran (al haq), juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa  saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa  saja yang berakhlak mulia.”

(HR. Abu Dawud, Dinyatakan Hasan shahih oleh Syaikh Al Albani)

– See more at: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/mau-rumah-di-surga-jauhi-debat-kusir-walaupun-anda-dalam-kebenaran.html#sthash.MSLKZgNV.dpuf

8. Menutup celah di antara shaf shalat, baik itu dengan merapatkan ataupun dengan maju.

Shaf adalah salah satu tanda kebersatuan umat Islam. Rasulullah salallahu alaihi wassalam pernah suatu hari ketika meluruskan shaf sahabatnya, suatu hari melihat, kok ada perut salah satu sahabatnya yang maju ke depan (bukan karena gemuk). Ini shafnya dia agak maju ke depan. Dadanya maju ke depan. Rasulullah salallahu alaihi wassalam mengatakan: “Kalian luruskan shaf-shaf kalian ini. (Bila tidak lurus) maka Allah akan membuat hati kalian berpecah belah dan berselisih, salingn bertikai.”

Gara-gara shaf, bisa berpecah belah. Langkahnya untuk merapatkan shafnya. Samakan shafnya. Dengan saling menyentuhkan kaki kita dengan yang lain. Maka kan ditimbulkan rasa ketentraman di hati hati kita tatkala bersentuhan dengan kaki saudara kita. Saudara kita, siapapun dia, mau kaya, miskin, tua, kalau sudah rapat itu rasanya hati bergetar “ada saudara aku”. Ya, kalau berjauh-jauhan seperti shalat sendiri-sendiri.

9. Berhijrah

berhijrah ini salah satu syariat Allah yang akan tegak terus sampai hari kiamat. Ketika masih ada negeri Islam, negeri orang-orang kafir, negeri orang fasik. Hijrah itu untuk mencari akhirat. Hijrah yang disyariatkan dari tempat orang-orang kafir ke tempat orang-orang beriman. Saat ini, banyak orang yang hijrah dari Saudi ke London untuk mencari dunia (kerja). Padahal, kita tidak bisa menyebutkan bahwa di sana lebih Islamiyah. Contohnya tidak terdengar adzan.

Banyak amalan-amalan Islam yang tidak ada di negeri barat, seperti cobaan wanita, banyaknya patung. Alhamdulillah, bila saat di sana bisa shalat berjamaah dan melakukan aktifitas lainnya. Namun, perlu diperhatikan mengenai keturunan kita. Di mana, keturunan kita bisa jadi tidak mengenal Islam dan hanya berkata “iya, ayah saya Islam”. Contohnya banyak orang Aljazair yang pindah ke Perancis yang tidak mengenal Islam (terutama keturunan-keturunannya).

10. Berjihad di jalan Allah

Jihad di sini: Tegakkan Islam pada diri sendiri, laksanakan shalat, berdzikir. Jihad itu ngga main-main. Jangan ngomong yang besar-besar ketika wudhu kita belum benar, shalat belum benar, akhlak kita belum benar. Islam itu sempurna. Bila kita telah melakukan secara sempurna, Insya Allah Islam akan tegak di bumi ini. Bumi ini milik Allah. Jadi islamnya benarkan dulu, imannya luruskan dulu, baru jihad.

11. Akhlak yang mulia, baik

Maka sebelum belajar ilmu, perlu belajar adab, akhlak, pada orang tua, istri, tetangga, saudara-saudara lainnya.

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أنا زعيم ببيت في ربض الجنة لمن ترك المراء وإن كان محقا وببيت في وسط الجنة لمن ترك الكذب وإن كان مازحا وببيت في أعلى الجنة لمن حسن خلقه

“Aku menjamin bagi seseorang dengan sebuah rumah di surga bagi siapa yang mampu meninggalkan perdebatan sekalipun benar,dan dengan sebuah rumah di tengah surga bagi yang mampu meninggalkan dusta sekalipun dalam bergurau dan rumah di bagian atas surga bagi siapa yang mulia akhlaknya. HR. Abu Daud, Tirmizi dan Ibnu Majah dan Al-Albani meng hasankannya dalam Sahih At-targhib wa At-tarhib 3/6.

Allahu alam bishawab. Apabila yang ditulis benar, itu semua berasal dari Allah. Apabila terdapat kesalahan, berasal dari diri saya sendiri, Allah dan Rasul-Nya terbebas dari kesalahan itu.

Semoga bermanfaat resume ini 🙂

Taipei, 17 Mei 2014

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 17, 2014 in Islam, Ringkasan

 

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: