RSS

Save the Water to Better World!

28 Jan

phoca_thumb_l_banner web

Save the Water to Better World!
Water is the source of life. Humans, animals and plants depend on water. Almost every major region of the world has their source of water that would come from the rain and turned into ground water. However, there are some areas that are difficult to find sources of water that can be used in everyday life, either because of low rainfall in the area or height requirements in the region.

In Indonesia, agriculture is the largest user of water, and will continue in the future. The amount of water given to a single growing season was 11,059,200 liters / ha or 1106 mm. In addition it is estimated that water consumption year nearly 100 billion m3. Households also play an important role in augmenting the water needs to be used. Every year the number of households grew by 635,529 households range. If every household of 4 people, additional water is needed each year is 80,168,170.18 m3 to 80 million m3. (Source: http://pdamtabanan.com/article/93426/fakta-air-di-indonesia-bag-1.html). Based on region in Indonesia, from 92 in Indonesia outermost regions, 64 regions are difficult areas to get source of clean water. In addition almost half of Indonesia’s population lacked not even has sources of clean water. Plus, if 20 percent of Indonesia’s population died from lack of clean water (Source: http://www.technology-indonesia.com/energi/konservasi-energi/274-masyarakat-indonesia-kekurangan-air-bersih).

An increasing number of large water needs in Indonesia, there is a lot of news that Indonesia will experience a water crisis. A number of indications already point in that direction. In the future predicted decline in rainfall and increased water pollution (source: http://news.detik.com/read/2012/08/31/142123/2004443/10/indonesia-terancam-krisis-air). Not only in Indonesia, but also predicted the world will experience a water crisis. “The 21st century, water will be a major problem for the world because water crisis will increase. Estimated, 2/3 of the world population will be short of water by 2050,” said Sutopo Purwo Nugroho, Head of Data Center, Information and Public Relations of the National Agency for Disaster Management (BNPB) in press.

One way to tackle water issues in various areas, particularly in Indonesia, is by using efficient of water in society and creating some water banks that can be used at any time when the water crisis occurred. Water savings made by the society is not a difficult thing. It is just simple things to do. The main example is for Indonesia people who are predominantly Muslim. In the Islam religion, people are required to pray (solat) five times. To be valid in salat, every Muslim people must perform ritual ablution (wudu) first. A ritual ablution is to clean some parts of the body with water. Water used after ablution is not dirty and still clean and clear. This water usually flows directly into waterways and immediately discarded. Whereas water used after ablution can still be used because it is still relatively clean. Utilization is used as for watering the plants, cleaning water in the toilet, or other necessities of life. Utilization of this can be done in a way to accommodate the water that is used in place of ablution like in mosques or in common household scale. Water that has been collected can be used by a particular period as the water bank. The public can call the water bank post to be able to use it. This way can be done on a small scale, such as the implementation of household washing clothes and watering the plants. Implementation of the water savings will certainly have a significant impact in preventing water crisis that occurred in the future. In addition, the number of Muslims in Indonesia is the largest in the world so it is very potential to implement water saving solutions. Hopefully in the future, the impact of water crisis can be decreased continuously and people will more aware of a drop water savings.

Selamatkan Air untuk Dunia yang Lebih Baik! 🙂
Air merupakan sumber kehidupan. Manusia, hewan, dan tanaman sangat bergantung pada air. Hampir sebagian besar wilayah di dunia memiliki sumber air masing-masing yang tentunya berasal dari hujan dan berubah menjadi air tanah. Namun, terdapat beberapa daerah yang sulit menemukan sumber air yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Baik karena curah hujan yang rendah di wilayah tersebut ataupun kebutuhan yang tinggi di wilayah tersebut.

Di Indonesia, pertanian merupakan pengguna air terbesar dan akan terus berlanjut pada masa mendatang. Jumlah air yang diberikan untuk satu musim tanam ialah 11.059.200 liter/ ha atau 1.106 mm. Selain itu Konsumsi air setahun diperkirakan yaitu hampir 100 milyar m3. Rumah tangga pun berperan penting dalam menambah kebutuhan air yang digunakan. Setiap tahun jumlah rumah tangga tumbuh dengan kisaran 635.529 rumah tangga. Jika setiap rumah tangga terdiri dari 4 orang, tambahan air yang diperlukan setiap tahun adalah 80.168.170,18 m3 atau 80 juta m3. (Sumber: http://pdamtabanan.com/article/93426/fakta-air-di-indonesia-bag-1.html). Berdasarkan wilayah di Indonesia, dari 92 daerah terluar di Indonesia, 64 diantaranya merupakan daerah sulit air bersih. Selain itu hampir setengah penduduk Indonesia kekuarangan bahkan tidak punya sumber air bersih. Ditambah lagi jika 20 persen dari penduduk Indonesia meninggal akibat kekurangan air bersih (Sumber: http://www.technology-indonesia.com/energi/konservasi-energi/274-masyarakat-indonesia-kekurangan-air-bersih).

Dengan jumlah kebutuhan air yang begitu besar di Indonesia, muncul banyak pemberitaan bahwa Indonesia akan mengalami krisis air. Sejumlah indikasi sudah mengarah ke arah itu. Di masa mendatang diprediksi terjadi penurunan curah hujan dan meningkatnya pencemaran air (sumber: http://news.detik.com/read/2012/08/31/142123/2004443/10/indonesia-terancam-krisis-air). Tidak hanya Indonesia, namun dunia pun diprediksi akan mengalami krisis air. “Abad 21 air akan menjadi masalah besar dunia karena krisis air akan meningkat. Diperkirakan 2/3 penduduk dunia akan kekurangan air pada tahun 2050,” jelas Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam siaran pers.

Salah satu cara untuk menanggulangi permasalahan air di berbagai wilayah, khususnya Indonesia, yaitu dengan melakukan penghematan penggunaan air oleh masyarakat dan pembuatan bank air yang sewaktu-waktu bisa digunakan saat krisis air terjadi. Penghematan air yang dilakukan oleh masyarakat bukanlah hal yang sulit. Hal-hal sederhana dapat dilakukan. Contoh yang utama yaitu bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Di dalam agama Islam, diwajibkan untuk melaksanakan shalat 5 waktu. Untuk menjadi sah shalatnya, setiap umat Muslm wajib melaksanakan wudhu terlebih dahulu. Wudhu merupakan ritual untuk membersihkan beberapa bagian anggota tubuh dengan air suci yang menyucikan. Air yang digunakan setelah berwudhu tidak kotor serta masih bersih dan bening. Air ini biasanya langsung mengalir ke dalam saluran air dan langsung dibuang. Air yang digunakan setelah wudhu ini masih dapat dimanfaatkan karena masih tergolong bersih. Pemanfaatan yang digunakan seperti untuk penyiraman tanaman, air di dalam wc, ataupun kebutuhan hidup lainnya. Pemanfaatan ini dapat dilakukan dengan cara menampung air yang digunakan di tempat wudhu di masjid-masjid umum ataupun dalam skala rumah tangga. Air yang telah terkumpul bisa dikumpulkan dengan periode tertentu dan digunakan seperti bank air. Masyarakat dapat menghubungi posko bank air untuk dapat menggunakannya. Skala kecil pun dapat dilakukan, seperti pelaksanaan kebutuhan rumah tangga mencuci pakaian dan menyiram tanaman. Pelaksanaan proses penghematan air ini tentunya akan memberikan dampak yang signifikan dalam mencegah krisis air yang terjadi di masa yang akan datang. Selain itu, jumlah orang Islam di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia sehingga hal ini sangat berpotensi untuk melaksanakan solusi penghematan air dengan menggunakan air setelah wudhu. Semoga di masa yang akan datang dampak akibat kekurangan air dapat terus dikurangkan dan masyarakat semakin sadar akan penghematan air sekecil apapun.

Aisyah Iadha Nuraini

in Article for IYGS 2013 Pre Event Competition

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on January 28, 2013 in pikiran-pikiranku

 

Tags:

4 responses to “Save the Water to Better World!

  1. anton royanto

    January 31, 2013 at 9:35 pm

    Sebuah gagasan yang menarik.. Tinggal diwujudkan dalam sebuah perangkat sistem yang baik.. Agar air wudhu dapat disaring/ filter dari kotoran seperti dahak atau lainnya, dan mungkin dapat digunakan kembali untuk sumber air bersih domestic

     
  2. tegarseptyan

    February 1, 2013 at 6:02 pm

    cukup menarik idenya, mgkin bsa lbh dijelaskan teknisnya

     
  3. zahra

    February 14, 2013 at 9:46 am

    Ais,, di tempat saudaraku juga gitu, lho. Kalau lagi kemarau, air mandinya ditampung, trus dipakai nyiram tanaman…

     
  4. zahra

    February 16, 2013 at 8:00 am

    Tapi, kalau gitu, air bilasan mandi (bekas sabun/shampo) mungkin bahaya untuk tanaman ga ya? Atau ada cara untuk menetralkannya?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: