RSS

Di Asrama Putih, Mimpi-Mimpiku Terwujud

22 Feb

oleh Aisyah Iadha Nuraini

“Aku akan masuk PPSDMS”, kata yang kuucapkan ketika aku mendengar cerita orang tuaku mengenai kak Mario, anak dari teman orang tuaku. Ia merupakan seorang mahasiswa yang kuliah di Universitas Indonesia jurusan hubungan Internasional. Aku tidak begitu mengenalnya, tapi ketika orang tuaku menceritakan ia masuk PPSDMS, aku begitu tertarik dengan cerita itu. Padahal saat itu aku belum mengetahui arti kata PPSDMS itu sendiri, yang ku tahu, bahwa PPSDMS merupakan lembaga pemberi beasiswa dengan memberikan fasilitas asrama dan program pelatihan kepemimpinan lainnya. Terdengar sangat hebat di telingaku. Apalagi aku ingin meringankan beban orang tuaku saat aku kuliah.

Seiring berjalannya waktu, aku berhasil masuk kuliah di jurusan Teknik Industri Universitas Indonesia. Saat itu, aku pun mulai mencari informasi mengenai beasiswa PPSDMS. Ketika aku menemukannya, aku tersadar, bahwa beasiswa itu hanya ditujukan bagi kaum pria. Pupus sudah harapanku saat itu. Aku pun hanya bisa mendengar kisah-kisah hebat mahasiswa penerima beasiswa PPSDMS itu.

Aku pun melanjutkan kuliah. Semester 3 pun berlalu dengan hasil yang cukup memuaskan. Tak disangka, pada saat liburan semester ganjil, ada sebuah email masuk ke dalam salah satu milis yang aku ikuti. Email itu berisi mengenai informasi dibukanya PPSDMS untuk angkatan V. Aku pun membacanya, walaupun saat itu aku tahu bahwa tidak mungkin aku bisa masuk PPSDMS karena hanya dikhususkan bagi kaum pria. Aku pun melanjutkan membaca dengan seksama. Aku terkaget-kaget ketika membaca bahwa untuk angkatan V ini dibuka untuk putri angkatan 2008 dan 2009. Aku pun langsung membacanya ulang untuk memastikan, melihat kembali persyaratan yang dibutuhkan dan segera mencatatnya. Selanjutnya, aku pun memforward email itu ke berbagai milis berharap banyak yang seperti aku, bermimpi masuk ke PPSDMS.

Aku pun segera mempersiapakan berbagai hal yang dibutuhkan, seperti transkip surat rekomendasi, dan berbagai hal lainnya. Di saat yang bersamaan, aku pun berhasil mengajak dua orang temanku untuk ikut mendaftar. Persiapan yang dibutuhkan pun telah oke. Aku pun mengirimkannya dengan membaca basmallah, semoga PPSDMS merupakan hal yang terbaik untukku dunia dan akhirat.   

            Tahap pertama seleksi masuk yaitu administrasi dan tes tertulis. Tes tertulis ini berisi tes psikologis dan juga bahasa Inggris. Saat mengikutinya, aku melihat banyak sekali jumlah pendaftar yang ikut tes masuk. Banyak orang yang juga kukenal sebagai orang-orang hebat di kampus UI ini.  Sulit, kata yang terpikirkan olehku saat itu. Aku pun mengerjakannya dengan sebaik yang aku bisa. Setelah selesai, aku pun memohon doa dari orang tua agar bisa masuk ke PPSDMS karena aku yakin doa orang tua dan ridha mereka sebagai penentu utama aku bisa lolos masuk PPSDMS.

Setiap hari aku mengecek website recruitment PPSDMS, menunggu hasil pengumuman peserta yang lolos tahap pertama. Akhirnya, setelah ditunggu-tunggu, pengumuman pun keluar. Alhamdulillah aku lolos tahap pertama dan berlanjut ke tahap kedua. Di tahap kedua ini, peserta diminta untuk mempresentasikan topic yang dipilih secara acak dengan menggunakan sebuah kertas. Aku mendapatkan tema mengenai peran partai dalam memberantas korupsi, sebuah tema yang tidak terlalu kukuasai. Waktu yang diberikan pun sangat singkat untuk berpikir, hanya sekitar 10-15 menit. Aku pun terpikirkan sebuah metode yang digunakan di Singapura. Menteri di Singapura tidak mendapatkan mobil dinas satu per satu, tetapi satu mobil untuk 2 menteri. Hal inilah yang kemudian kukembangkan menjadi sebuah solusi. Aku pun menggunakan ilmu yang telah kupelajari di Teknik Industri berupa fishbone diagram. Alhamdulillah, walaupun berdebar-debar, aku berhasil melewati tahap kedua. Banyak peserta yang berpresentasi dengan sangat baik, membuatku semakin berpikir bahwa sulit untuk menembus ke tahap selanjutnya.

Beberapa hari kemudian, pengumuman peserta yang lolos ke tahap selanjutnya pun telah dipublikasikan. Alhamdulillah aku lolos ke tahap selanjutnya, tahap terakhir, tahap wawancara. Di saat yang bersamaan aku sedang mengikuti lomba dan harus berangkat ke Surabaya di hari yang sama dengan seleksi tahap ketiga. Allah pun memudahkan jalanku, aku bisa diwawancara lebih awal dibandingkan jadwalku yang seharusnya. Berbagai pertanyaan pun diajukan., sulit, ada yang yakin, dan ada juga yang membuatku menangis. “Insya Allah aku siap masuk ke asrama PPSDMS” ucapku di akhir sesi wawancara. Selesai wawancara diadakan tes kesehatan. Alhamdulillah aku telah melaluinya dengan baik. Aku pun berangkat ke Surabaya.

Pengumuman PPSDMS pun keluar, 30 nama peserta yang masuk ke dalamnya diundang untuk dating tanggal 3 Juli 2010. Alhamdulillah namaku masuk. Aku segera sujud syukur,  berterima kasih kepada Allah karena doaku dikabulkan. Aku pun menandatangani surat perjanjian dan berharap sejak aku masuk PPSDMS aku akan berubah menjadi orang yang lebih baik.

Saat pertama aku dan 29 peserta lainnya masuk, kami diminta untuk membuat launching. Saat itulah pertama kali aku melafalkan “Idealisme Kami”. Hatiku sungguh tergetar, aku ingin bisa melakukannya. Aku pun terkagum-kagum dengan teman-teman lainnya, mereka memiliki prestasi-prestasi yang luar biasa, yang membuatku terpacu untuk dapat meraih prestasi yang sama dan menjadi orang yang bermanfaat seperti mereka.

Berbagai seminar, diskusi, dan dialog yang diadakan terus menambah semangat kami untuk menjadi pemuda yang dapat berkontribusi bagi bangsa Indonesia. Prestasi-prestasi yang diraih oleh teman di asraa pun terus memicu untuk menjadi lebih baik dan terus berlari mengejar impian kami masing-masing.

Aku di PPSDMS diajarakan untuk mengelola mimpiku, namun tetap tidak menginggalkan ibadah kepada Allah. Setiap hari kami bersama diajarkan untuk shalat malam, memohon kepada Allah segala hal yang diinginkan, diajarkan untuk bertoleransi dalam satu kamar, diajarkan memahami Al-Qur’an dan menghafalnya, diajarkan bersosialisasi dengan berbagai tipe orang, tokoh, dan tetangga di sekitar asrama, diajarkan bela diri sebagai salah satu hal favoritku, dan berbagai macam hal lainnya. Pembelajaran-pembelajaran ini sungguh berkesan dan sangat bermanfaat untuk langkah hidup selanjutnya. Membangun karakter kami yang berjiwa muslim, berkontribusi, dan berprestasi.

Mimpiku yaitu menjadi dosen dan guru besar teknik industri Universitas Indonesia. Mimpi ini terus didukung oleh teman-temanku di asrama. Aku pun mulai merencanakan hal-hal yang harus aku penuhi untuk mencapainya. Di antaranya yaitu dengan menjadi asisten mata kuliah, asisten laboratorium, dan mencari beasiswa. Alhamdulillah, kesempatan pun diberikan oleh Allah, ada tawaran beasiswa dari BPKLN untuk mahasiswa teknik melanjutkan S2 langsung sejak semester 7. Program ini disebut dengan program ‘fast track’. Kuliah S1 selama 4 tahun kemudian dilanjutkan S2 selama satu tahun di program studi yang sama. Program ini baru dilaksanakan pada tahun 2011 bagi angkatan 2008. Aku pun mencobanya dengan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. Alhamdulillah, aku diterima, besiswa full SPP S1 semester 7 hingga S2 selesai. Jadi, saat aku mulai masuk semester 7, aku pun sudah mulani mengambil mata kuliah semester 1 S2. Awalnya masih membutuhkan adaptasi dikarenakan perlakuan yang berbeda antara mahasiswa S1 dengan S2. Selain itu, terdapat tawaran program double degree bagi mahasiswa yang berminat melanjutkan program S2 di luar negeri. Syaratnya yaitu mahasiswa mengapply secara mandiri ke universitas luar yang bekerja sama dengan Universitas Indonesia. Biaya dalam sekolah di luar akan dibantu oleh pihak BPKLN. Program ‘fast track’ ini tentunya akan membantu aku untuk mewujudkan mimpiki menjadi seorang dosen karena syarat menjadi dosen minimal S2 atau S3. Dengan program ini tentunya diharapkan aku bisa mengembangkan penelitian yang kuinginkan, belajar menjadi dosen yang baik, dan hal-hal lainnya. Dengan menjadi mahasiswa S2, tentunya memiliki tanggung jawab yang berbeda dan lebih.

Rencanaku selanjutnya yaitu aku ingin mengikuti program depth swap dari pemerintah Jerman atau Fullbright untuk mengambil S3 di luar negeri. Aku yakin, pandangan orang yang telah pergi ke luar negeri dengan orang yang belum pernah ke luar negeri memiliki perbedaan, hal ini yang kupelajari dari teman-temanku yang telah berangkat ke luar negeri. Insya Allah aku akan menyusul mereka!

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on February 22, 2012 in pikiran-pikiranku

 

One response to “Di Asrama Putih, Mimpi-Mimpiku Terwujud

  1. kangridwan

    July 17, 2012 at 12:23 am

    Semoga semua Mimpi-mimpinya terwujud, untuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta diridhai Allah

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: