RSS

Resume Buku ‘Surat Terbuka untuk para Istri’

03 Feb

Judul Buku                  : Surat Terbuka untuk para Istri

Pengarang                   : Ummu Ihsan dan Abu Ihsa

Penerbit                       : Darul Ilmi

Jumlah Halaman          : 187 halaman

Memasuki jenjang rumah tangga merupakan salah satu fase kehidupan manusia. Kebahagiaan rumah tangga adalah idaman setiap insane. Kesuksesan suami isri dalam membina rumah tangga merupakan penopang terciptanya kedamaian. Oleh karena itu, Islam meletakkan kaidah-kaidah dan asas-asas bagi suami istri.

Rumah tangga adalah perkara yang sangat pokok bagi kehidupan manusia. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa seorang yang telah membina kehidupa rumah tangga berarti ia telah menyempurnakan separuh agamanya.

Rumah Tangga adalah Nikmat

Pernikahan adalah anugerah dan nikmat yang sangat besar bagi umat manusia. Dan Allah menyifatkn hubungan cinta dan kasih suami istri sebagai salah satu tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi siapa saja yang mau berfikir. (QS. Ar Ruum: 21).

Rumah Tangga adalah Ladang Kebaikan

Suami merupakan lading yang subur untuk meraih surge Allah. Kedudukan suami di sisi seorang istri perkara yang harus diperhatikan sebaik-baiknya. Hal ini dikarenakan suami bisa menjadi Surga atau Neraka bagi diri sang istri.

Rumah Tangga adalah Amanah

Rumah tangga merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dipikul sebaik-baiknya. Sebuah amanah yang tak boleh dilakukan serampangan dan sesuka hati.

“Setiap kamu adalah pemimpinbdan setiap kamu akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. Amir yang memerintah manusia adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan ia akan ditanyai tentangya. Seorang budak adalah pemimpin pada harta tuannya. Dan ia akan ditanya tentangnya. Ketahuilah, setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. (HR. Al-Bukhari)

Hakikat Kebahagiaan

Tiga perkara yang mendatangkan kebahagiaan:

  1. Istri yang shalihah, yang membuat suami kagum setiap kali melihatnya, suami merasa aman atas kesucian dirinya dan harta apabila suami tinggalkan tak berada di sisinya
  2. Kendaraan yang cepat, yang dapat menyusul rekan-rekan lainnya
  3. Rumah yang lapang dan lengkap perabotannya

Adapun tiga perkara yang mendatangkan kesengsaraan:

  1. Istri yang membuat jengkel setiap kali dilihat, yang menggunakan lisan untuk menyerang dengan kata-kata yang keji, dan suami merasa tidak aman atas kesucian dirinya dan harta yang ditinggalkan
  2. Kendaraan yang lambat
  3. Rumah yang sempit lagi minim perabotannya

Istri yang shalihah adalah istri yang paham dan taat beragama. Rumah yang luas adalah hati yang lapang dan luas yang senantiasa terisi dengan sifat qana’ah. Tetangga yang shalih adalah lingkungan dan pergaulan yang baik lagi shalih. Kendaraan yang cepat adalah setiap sarana dan harta yang dimiliki yang mendorong untuk segera dan berlomba-lomba dalam melakukan amal shalih.

Merancang Kebahagiaan sebelum Pernikahan

Sebelum melaksanakan pernikahan setiap individu harus mempersiapkan diri dengan cara:

  1. Perbaikilah diri dan berhiaslah dengan pakaian taqwa.

Hal inilah persiapan pertama yang harus dilaksanakan sebab laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula. (QS. An-Nuur:26). Suatu hal yang lucu apabila berangan-angan mendapatkan laki-laki yang sholeh sedang kita sebagai perempuan tidak berusaha menjadi wanita yang shalihah.

  1. Luruskan Niat

Jadikanlah tujuan untuk menikah semata-mata mencari ridha Allah. Untuk merealisasikan fitrah yang telah Allah gariskan atas umat manusia, memelihara diri dari gejolak syahwat yang diharamkan, membangun rumah tangga muslim yang menjadi sumber sakinah serta kedamaian, dan merupakan sunnah Rasulullah salallahu allaihi wassalam. Ikhlaskan niat dalam membina hidup berumah tangga.

  1. Pilihlah calon suami yang shalih dan taat beragama

Kedudukan suami tentu lebih daripada sekedar kawan karib. Ia adalah pasangan hidup, pendamping, sahabat, dan tempat berbagi dalam kehidupan, berupa makanan, minuman, perasaan sedih ataupun senang. Ia adalah pasangan sepanjang hidup. Dan tidak diragukan lagi bahwa masing-masing pihak akan memberikan pengaruh yang besar terhadap pasangan hidupnya. Suami yang shalih akan memberikan peluang dan kemudahan bagimu untuk menjalankan agama, tolong menolong denganmu untuk mencari ridha Allah dan meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

  1. Meringankan Mahar
  2. Nazhar

Pelaksanaan nazhar atau melihat calon mempelai wanita, akan lebih mendorong penerimaan dan lebih melanggengkan kasih saying.

  1. Jangan lupa istikharah

Apabila telah dating seorang pria meminangmu, hendaklah engkau mempertimbangkannya dengan pikiran yang sehat dan bermusyawarah dengan orang yang engkau pandang layak serta beristikharahlah kepada Allah. Karena shalat istikharah adalah ibadah kepada Allah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah.

  1. Jauhilah segala perkara yang mengundang kemurkaan Allah
  • Pacaran sebelum menikah
  • Pertunangan
  • Kemungkaran di dalam pesta pernikahan

Kunci-Kunci Sukses Membina Rumah Tangga

  1. Kenalilah Kaarakter Pasanganmu
  2. Jangan Lupakan Makna Kepemimpinan dalam Rumah Tangga
  3. Berhati-hati dan bersikap waspada terhadap berita yang baru didengar
  4. Rebut segera hati suamimu dengan bersegera menaatinya

Selain poin-poin di atas, buku ini juga menjelaskan berbagai cara dan langkah dalam menghadapi berbaga macam tipe suami, dimulai dari suami yang pendiam hingga suami yang mudah emosi. Istri harus dapat mengambil hati suami karena surga seorang istri berada dalam diri suami (bagaimana cara seorang istri memperlakukan suaminya). Suami jugalah manusia yang bisa melakukan kesalahan, oleh karena itu sang istri harus pandai bersikap saat suami melakukan kesalahan dengan cara memberikan nasihat dengan cara yang baik dan lemah lembut.

Buku ini juga menjelaskan hikmah-hikmah dari permasalahan yang terjadi di dalam rumah tangga. Permasalahan pasti akan muncul seiring berjalannya waktu, namun dengan 2 orang yang saling bekerja sama maka permasalahan ini insya Allah dapat dihindari. Buku ini baik untuk wanita muslimah yang belum menikah, akan menikah, dan telah menikah.

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on February 3, 2012 in Resensi Buku, wanita(akhwat)

 

One response to “Resume Buku ‘Surat Terbuka untuk para Istri’

  1. antonaisyah

    January 8, 2013 at 1:13 pm

    Reblogged this on antonaisyah and commented:
    Salah satu buku yang menjadi inspirasi untuk memahami persiapan pra nikah. Buku ini sebenarnya ada 2 jenis, satu lagi yang untuk suami. Tidak hanya calon istri saja yang harus mendalami pengetahuan mempersiapkan pra nikah, tetapi juga calon suami^^. Selain buku ini juga terdapat buku lainnya yang bagus untuk dibaca, bberapa contohnya tentang keluarga sakinah karangan ust. Yazid, dan taman orang yang sedang jatih cinta.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: