RSS

Secercah Harapan di depan Mata Anak Indonesia

02 Aug

Juara 1 Olimpiade tingkat Internasional berasal dari Indonesia lho!

Satu kalimat yang sering kita dengar tentang prestasi anak Indonesia di ajang kompetisi tingkat internasional. Tidak hanya itu, banyak prestasi lainnya yang telah dihasilkan oleh anak bangsa ini. Salah satunya yaitu Robot angklung yang dibuat oleh Krismanto Rahmandika (14 tahun) dan Krisna Diastama (10 tahun). Walaupun umur keduanya masih terbilang muda, mereka telah berusaha melakukan inovasi baru yang belum tentu orang dewasa dapat melakukannya.

Bagaimana kondisi anak Indonesia saat ini?

Pertanyaan yang selalu muncul setiap kali Hari Anak Nasional diperingati. Hari anak Nasional di Indonesia ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 44 Tahun 1984 bahwa setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN). HAN selalu diperingati oleh sebagian bangsa Indonesia yang mengingatnya, seperti di tingkat sekolah dasar, dengan cara melakukan seremonial dan beberapa rangkaian acara yang melibatkan anak-anak. Namun, melewati satu hari setelahnya, hal itu pun terlupakan. Padahal tidak sedikit jumlah anak-anak Indonesia yang tidak merasakan tanggal 23 Juli itu sebagai hari anak. Mereka yang terhimpit dengan kondisi perekonomian dan putus sekolah terpaksa harus bekerja untuk membantu orang tuanya ataupun membiayai hidupnya sendiri.

Hingga saat ini, jumlah anak putus sekolah tingkat Sekolah Dasar masih tinggi, meski sudah ada upaya peningkatan akses pendidikan dasar lewat program Bantuan Operasional Sekolah. Data pada Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), pada 2009 sedikitnya 483 ribu anak usia SD tidak lagi meneruskan pendidikan. Mereka ada yang berhenti sebelum kelas 6, tidak melanjutkan ke tingkat SMP. Tentunya jumlah yang sangat tinggi ini akan melahirkan pemimpin bangsa di masa yang akan datang dengan bibit yang kurang berkualitas, seperti jumlah buta aksara yang semakin membesar. Padahal peran terpenting dalam menambah pengtahuan seseorang yaitu dengan proses membaca.

Apa yang bisa kita, sebagai masyarakat dan pemerintah, lakukan?

Sebagai masyarakat, satu hal sederhana yang bisa kita lakukan yaitu dengan menyisihkan sebagian harta yang dimiliki dengan memberikannya kepada anak asuh. Namun, tidak memberikannya di jalan seperti yang biasa kita lakukan. Anak asuh tersebut diberi subsidi pendidikan hingga ia lulus menjadi seorang anak bangsa yang memiliki masa depan. Apabila satu keluarga yang mampu bisa membina satu anak asuh, jumlah anak putus sekolah pun dapat dikurangi. Program anak asuh ini harus dilakukan langsung oleh pihak keluarga tersebut secara langsung agar merasakan pembinaan yang dilakukan. Pembinaan ini juga bisa dibantu oleh LSM yang sudah ada untuk membantu menjalin hubungan anak asuh dengan pihak keluarga yang memberikan subsidi pendidikan.

Pemerintah sebagai pelaksana dan pengatur kebijakan bisa menggagas beasiswa yang membantu anak Indonesia untuk terus melanjutkannya ke tingkat universitas. Bahkan hingga sekolah di luar dan kembali lagi untuk ke Indonesia. Tidak hanya itu, pemerintah bisa memabntu membuat jaringan ataupun komunitas dari anak-anak yang telah berhasil  dalam program ini untuk membantu adik-adiknya sehingga nanti akan terbentuk jaringan rantai yang kuat yang bertahan lama. Rantai inilah yang nantinya akan membantu membangun Indonesia dari segi kualitas SDM dan membangun kembali nilai gotong royong di Indonesia.

Aisyah Iadha Nuraini

Pengurus Technique Informal School

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on August 2, 2011 in opini

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: