RSS

Harapan Dibalik Penangkapan Koruptor

28 Jun

Saat ini, dunia sedang bergerak menuju penghematan energi dan pangan secara global. Dimulai dari negara China dan India yang merupakan negara berpenduduk 4 besar di dunia seperti halnya Indonesia. Mengapa harus pangan dan energi? Karena tanpa pangan manusia tidak bisa bertahan hidup dan tanpa energi manusia tidak akan bisa memulai basis industri untuk pertumbuhan ekonomi dan pembangunan bangsa.

Apa yang bisa dilakukan oleh Indonesia? Indonesia memiliki sumber daya yang sangat banyak untuk cadangan energi, dimulai dari produksi minyak sawit sebesar 19,2 juta yang juga merupakan penghasil terbesar di dunia, coklat di urutan kedua terbesar, kemudian batu bara yang bisa menjadi cadangan energi potensial. Indonesia harus bisa menganggarkan dana keuangan untuk mengembangkan riset dan pengembangannya untuk produk lokal. Riset dan pengembangan produk lokal ini akan bisa membantu peningkatan daya saing bisnis bangsa Indonesia karena di Indonesia cukup banyak peneliti-peneliti yang kompeten.  

Timbul pertanyaan baru, mengenai anggaran yang digunakan untuk pengembangan r&d tersebut berasal dari mana? Indonesia termasuk negara korupsi terbesar di dunia yang berada pada urutan 88 dari 91 negara. Korupsi di Indonesia sudah menghabiskan dana yang besar, dimulai dari uang yang dibawa kabur koruptor, uang untuk menangkap koruptor, hingga uang untuk ‘memelihara’ koruptor di penjara.

JIka dibandingkan dengan negara Finlandia yang termasuk dalam 3 besar negara korupsi terkecil di dunia, Indonesia jauh tertinggal. Finlandia telah berhasil mengekang praktek korupsi di dalam negara sehingga penganggaran dana untuk hal-hal penting seperti riset dan pengembangan dapat dilaksanakan dengan optimal. Bila ditilik, Finlandia memiliki komitmen yang tinggi dengan perkembangan produk lokal yang dihasilkan. Sekitar 5,5 miliar euro atau sekitar 60,5 triliun rupiah diberikan untuk anggaran riset dan pengembangan. Angka yang cukup besar untuk Indonesia. Angka ini memberikan hasil pada indeks daya saing bisnis Finlandia tahun 2005 yang berada di urutan kedua setelah Amerika.

Apa yang tejadi di Finlandia berbanding terbalik dengan Indonesia. Di Indonesia, riset dan pengembangan tidak berkembang dengan pesat dimulai dari keterbatasan dana dan prasarana. Selain itu komitmen pemerintah untuk meningkatakan riset dan pengembangan pun patut dipertanyakan karena anggaran yang diberikan pun terlampau kecil.

Masalah di bidang riset dan pengembangan berbenturan dengan anggaran. Anggaran yang seharusnya bisa berjumlah lebih besar, menjadi kecil karena adanya praktek korupsi yang merajalela. Bertemu dengan korupsi, bertemu dengan lembaga yang menanganinya, yaitu KPK. KPK lembaga yang saat ini mendapatkan pemimpin baru, Busyro Muqoddas, menimbulkan harapan baru. Harapan setahun kedepan yang mana pemimpin baru itu bisa melakukan hal memperbaiki bangsa ini dari orang-orang yang tidak jujur. Namun, tidak hanya KPK yang harus bertindak, setiap lapisan masyarakat harus ikut mendukung dan melakukan aksi nyata. Masyarakat bisa memasukkan kurikulum dan pelajaran nilai sehari-hari pada anak muda yang masih sekolah.

Kemudian apa yang bisa dilakukan KPK? Untuk KPK, KPK harus bertindak ‘kejam’ dan ‘sadis’ sesuai yang dikatakan pemimpin KPK yang baru. ‘Kejam’ dan ‘sadis’ ini bisa diartikan sebagai tindakan tegas terhadap pelaku tanpa melihat jabatan. Bila si pelaku merupakan seorang petinggi, dia harus mau mengundurkan diri pada saat itu juga seperti yang dilakukan perdana menteri perempuan pertama di Finlandia yang melakukan kebohongan. Tindakan lainnya yaitu ‘memiskinkan’ si pelaku dengan cara mengambil harta miliknya dan dijadikan sebagai harta negara. Harta negara inilah yang akan dianggarkan ke berbagai bidang termasuk riset dan pengembangan.  Untuk pelaku korupsi kelas kakap, aparat penegak hukum bisa menggunakan cara yang tegas dengan memotong tangan pelaku untuk dijadikan bukti bahwa ia pelaku korupsi yang telah mencuri uang rakyat dan sebagai pelajaran bagi koruptor lainnya dan generasi penerus bangsa berikutnya.

Jika seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, serta KPK bekerja sama, Indonesia akan keluar dari urutan terbesar negara terkorupsi di dunia. Anggaran untuk pengembangan dan riset pun bisa ditingkatkan. Bangsa Indonesia bisa mempersiapakan ketahanan pangan dan energi di masa yang akan datang. Mimpi untuk menjadi seperti negara Finlandia pun tak jauh lagi untuk dijangkau. Dimulai dari sekarang dan diri sendiri, perubahan pun pasti akan terjadi.(*)

Aisyah Iadha Nuraini

Mahasiswi Teknik Industri

Fakults Teknik UI

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 28, 2011 in opini

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: