RSS

Opini: Kabar Gembira untuk Kaum Hawa

18 Jun

Pelecehan seksual dapat terjadi di manapun, kapanpun, dan kepada siapapun. Ia tidak terikat waktu dan tempat serta status sosial yang dimiliki seseorang. Asalkan ada niat dan kesempatan yang dimiliki si pelaku maka pelecehan pun dapat terjadi. , walaupun kadang terdapat unsur ketidaksengajaan. Kurangnya kepedulian dari masyarakat yang seharusnya dapat membantu korban saat dilecehkan ataupun membantu memberikan bukti yang kuat saat melaopor ke petugas juga merupakan salah satu factor penyebab pelecehan ini tidak berkurang. Selain itu, dari pihak penyelenggara, yaitu PT KAI, kurangnya memberikan dalam memberikan  pelayanan yang cukup memadai terutama di dalam kereta kelas ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, PT KAI memberikan solusi dengan menyediakan gerbong yang dikhususkan bagi wanita. Hal ini mendapat respon yang positif dari sebagian besar kaum Hawa. Gerbong yang mulai diberlakukan pada tanggal 19 Agustus 2010 ini nantinya akan ditempatkan pada bagian paling belakang (gerbong 1) dan paling depan (gerbong 8) dari rangkaian KRL. Dengan diluncurkannya gerbong ini, diharapkan dapat menekan jumlah kasus pelecehan yang terus saja bertambah korbannya.

Sebagian kaum wanita menyambut hangat hal ini, sebagian lagi meragukan keefektifan yang timbul serta dampaknya, dan sebagian kaum pria cukup banyak yang menolaknya.  Beberapa tahun lalu PT KAI pernah melakukan peluncuran gerbong khusus wanita, namun implementasi gerbong khusus wanita yang dimaksudkan untuk menghindari tercampurnya dengan kaum lelaki ternyata tidak terwujud.

Yang menjadi kendala saat itu adalah kendala teknis. Hal ini dibuktikan dengan fakta bila penumpang wanita yang datang bersama dengan keluarganya, wanita tersebut tidak akan mau dipisahkan degan suaminya. Pada akhirnya, gerbong khusus wanita ini tidak efektif karena tetap saja terjadi pencampuran antara laki-laki dan perempuan, padahal publikasi dengan lisan atau tulisan telah dilakukan. Bagaimana dengan negara-negara lain dalam mengatasi kasus pelecehan di atas kereta api?

Ternyata, negara-negara lain pun memiliki solusi yang sama. Negara yang telah memberlakukan gerbong khusus wanita ini antara lain Jepang yang telah menerapkannya sejak tahun 2001, Malaysia yang baru saja menerapkannya di bulan April 2010 ini, Filiphina, dan India. Sistem yang mereka terapkan hingga kini bisa dibilang sukses karena dapat membuktikan adanya pengurangan yang signifikan. Masyarakat di negara masing-masing menganggap bahwa hal ini merupakan berita yang menggembirakan.

Menilik dari negara-negara lain yang bisa sukses dengan menerapkan sistem ini, diharapkan sistem gerbong khusus wanita yang akan diadakan kedua kalinya di Indonesia bisa ikut menyusul kesuksesan mereka. Namun, untuk mencapai kesuksesan tersebut membutuhkan usaha yang kuat dalam hal pengawasan dari pemerintah, PT KAI, serta masyarakat.

Penulis menyarankan, PT KAI dapat menyiapkan petugas di depan gerbong khusus wanita agar lelaki yang ingin masuk ke dalam gerbong tersebut dapat dialihkan ke gerbong yang umum. Selain itu, PT KAI memberikan tanda yang cukup besar dan jelas di dalam gerbong, di jendela gerbong, serta di lantai yang akan menjadi tempat berhentinya gerbong tersebut. Jam yang digunakan pun dapat dikhususkan pada saat jam pergi dan pulang kerja.

Dalam hal teknis, wanita yang datang bersama keluarganya dapat memilih untuk tidak masuk ke dalam gerbong ini dan memilih gerbong yang umum. Gerbong wanita ini juga bisa dimasuki oleh anak lelaki di bawah usia kelas 6 SD ataupun yang cacat. Berdasarkan data yang dipetroleh jumlah penumpang wanita sekitar 40 persen atau 6.000 dari total penumpang kereta listrik sebanyak 15 ribu orang per hari, jumlah penumpang perempuan ini bisa terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga tidak perlu adanya kekhawatiran bahwa gerbong ini akan kosong saat jam padat. Dari pihak masyarakat sendiri, harus timbul rasa kemauan dan kesadaran untuk menyukseskan program ini.

Walaupun akan mengurangi kasus pelecehan wanita, adanya gerbong ini hanya merupakan solusi jangka pendek. Untuk solusi jangka panjangnya harus tetap diberlakukan sistem perbaikan pada kereta api serta transportasi umum lainnya dan juga sikap masyarakat yang lebih menghargai wanita.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 18, 2011 in opini

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: