RSS

21 atau 24 sks? Tips dan trik kuliah di TI UI

21 Jan

Satu kegiatan yang menyibukkan mahasiswa-mahasiswa ui di tengah-tengah liburan, mengisi IRS. Kegiatan ini pun telah menjadi kebutuhan(ya iyalah, kalo ngga ya ngga bisa kuliah). Dilema di TI sendiri, yaitu jarangnya makul(mata kuliah) yang dibuka saat adanya semester pendek, sehingga menyurutkan niat beberapa mahasiswa yang ingin lulus 3,5 tahun. Padahal masih bisa, tanpa mengambil sp pun. Caranya dengan mengambil 24 sks beberapa kali di semester sebelum semester 7, which is your GPA must be >3,5 every semester.

Timbullah kesadaran di diri saya, kalo saya sebenarnya bisa aja lulus 3,5 tahun. Tapi, sayangnya hal ini terlambat sudah (karena saya baru menyadarinya di semester 6 ). Agak menyesal, apalagi di detik-detik terakhir saya bolak-balik memikirkan untuk mengambil 24 atau 21. Tapi, saat ini kondisi saya mau memasuki semester 6, yang notabennya semester ‘ter-neraka’ nya TI. Tiga makul pilihan yang ingin saya ambil: ME(manajemen Energi), TQM(Total Quality Management), dan AKI(Analisis Kelayakan Industri).

Alasan saya ingin mengambil ME: karena saya tertarik bidang energi dan pemanfaatannya dari proses produksinya, hingga pemasrannya. AKI: karena dulu mata kuliah wajib, dan makul ini bisa mengetahui sebuah industri yang baik seharusnya seperti apa. TQM: sebenarnya saya biasa saja sama makul ini, hanya ingin mencoba, namun saya tertarik ketika saya membaca sebuah  buku transformational thinking karangan Bill Gould di halaman 27 yang menyebutkan

“Bila kita tidak memiliki prinsip yang jelas, kita juga akan mengalamii kegagalan karena menetapkan harapan bagi diri kita sendiri dan orang lain yang tidak akan pernah dapat diwujudkan. Contoh singkat dalam hal ini adalah konsep “nihil cacat” yang ada dalam banyak program Manajemen mutu total (Total Quality Management/TQM) beberapa tahun lalu yang lazim digunakan oleh banyak perusahaan di seluruh dunia, dan bahkan masih diterapkan oleh sebagian perusahaan saat ini. Seberapa banyak dari kita yang mampu mencapai atau mempertahankan kesempurnaan? Rasa frustasi yang ditimbulkan oleh konsep ini bahkan mengejutkan mereka yang memperkenalkannya. Saat ini, teori yang dipakai, berasal dari Jepang, adalah Kai Zen, yakni peningakatan yang terus menerus, konsisten, dan bertambah dalam jangka panjang. Ini merupakan konsep yang dapat kita jalankan dan usahakan.”

Kutipan paragraf yang menarik, bukan? TQM dianggap kurang pas untuk dipergunakan di perusahaan saat ini. Hal ini lah yang membuat saya penasaran, dan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dalam benak saya, mengapa bisa begitu? sebenarnya TQM itu tentang apa? Apa setelah saya mempelajarinya saya akan tahu kekurangan TQM? Bahkan kalau mungkin, apa saya bisa meng-improve kekurangan tersebut?. Pertanyaan-pertanyaan ini yang mengusik saya.

Kedudukannya(ketiga makul pilihan) pun berubah-ubah, kadang saya lepas aki, kadang TQM. Dan terlanjur kemarin saya menetapkan hati untuk ngambil 24, saya memilih ketiganya, dan saya pun bilang ke pembimbing akademik(PA) saya kalau irs saya sudah ok(saat jam 12 malam). Karena masih ada waktu untuk mengubah sebelum distujui PA, saya pun konsultasi ke beberapa orang. Dari sisi pandang temen saya yang akan ngambil 24, dan lainnya yang 21. Dilema pun benar-benar terjadi, maju, mundur berkali-kali terjadi. Di setiap doa pun selalu saya selingi untuk diberikan petunjuk dan hal yang terbaik ketika saya memutuskan mengambil sks. Rasanya sulit sekali dan membuat saya jadi mengenang dulu, mengapa di semester 5, ‘neraka kedua’ di TI, saya tidak mengambil 24. Ataupun semester-semester sebelumnya. Walaupun sering terkendala jumlah kapasitas kelas yang kurang mencukupi untuk tingkat yang seharusnya mengambil(alias penuh).

Akhirnya, benar-benar di detik terakhir, saya melepaskan TQM. Dan menjadi 21 sks. Alasannya sederhana, karena ini ilmu yang ingin saya pelajari karena penasaran, saya pun masih bisa mengikutinya dengan menyusup ke kelas tersebut, dalam pikiran saya lho. PA pun sudah menyetujui sehingga saya tidak bisa berbuat apa-apa (walaupun saya sempat berpikiran untuk mengubah lagi jadi 24 sks, labil banget memang). Saya pun memtuskan kalau ini adalah yang terbaik buat saya karena Allah lah yang memberi saya pikiran untuk mengubah di detik terakhir. Saya harus siap apapun resiko yang akan saya terima di detik selanjutnya karena saya di masa depan adalah hasil dari keputusan saya yang saya ambil saat ini.

Apa kelebihannya? Saya punya waktu untuk mengisi waktu saya yang lain, yang tadinya mau diisi dengan TQM. Ya, saya punya banyak rencana yang ingin saya wujudkan 6 bulan ke depan. Saya ingin meningkatkan nilai TOEFL saya hingga diatas 550, saya ingin belajar bahasa lain(seprtinya akan bahasa korea, dan dilakukan otodidak, karena ngga ada biaya hehe), ikut organisasi tentunya(bem ui target utama, dan membantu tis di dalam yayasan), ingin ikut banyak lomba biar dapat pengalaman(walaupun sekarang masih cuman sampe kata finalis, dan beberapa kali belum berhasil, tapi ini bukan gagal, karena kegagalan itu ngga ada, kita cuman kurang persiapan dan doa serta kerja yang efektif dan efisien), ingin bisa membaca semua buku text yang udah dipunya(bener-bener dibaca, dipahami, dihayati, karena saya baru ngerasa kalau saya masih kurang dalam pemahamannya, hehe). Banyaknya kegiatan yang ingin saya lakukan, saya yakin bisa menutupi si 3 sks yang saya lepaskan, walaupun saya merasa ‘kalah’ dengan jumlah sks teman yang 24, tapi saya menang di kegiatan lainnya, dan saya harus bisa memastikannya..(maksudnya bener-bener dilaksanakan).

Saya punya beberapa tips dan trik, buat siapa aja, atau yang akan kuliah di teknik industri ui:

1. Tetapkan tujuan ketika masuk TI mau berapa tahun dan buat landasan yang kuat. Misal untuk 3,5 tahun karena saya ingin membantu orang tusa saya denan menurangi biaya kuliah selama satu semester ataupun karena saya ingin menjadi dosen.

2. Usahakan Ip bisa di atas 3, 5 terus, biar bisa ngambil sks dengan batas maksimal, 24 sks.

3. Kalau ingin lulus 3,5 tahun, ambil 24 sks di semester awal-awal seperti semester 2,3, atau 4. Kalau 5 boleh aja, cuman masih berat. Ambilnya mata kuliah wajib teknik aja, biar ngga ada prasyarat tertentu, seperti etika engineering, K3LL, dan beberapa mata kuliah wajib TI yang udah terpenuhi persayaratannya. Namun, pastikan kamu ngga mengambil tempat senior atau kakak kelas, biar ngga dianggap MT(makan teman).  Jadi pilih kelas yang longgar kapasitasnya.

4. Kamu bisa juga ambil SP(semester pendek), namun karena TI jarang buka makul wajib TI di SP, kamu cuman bisa ambil makul wajib teknik. Namun, juga perlu mengorek kocek yang cukup besar juga untuk per sks nya.

5. Pastikan mata kuliah pilihan yang kamu ambil, karena kamu ‘ingin’ atau ‘memilih’ mata kuliah tersebut. Jangan hanya karena teman, namun kamu ngga suka mata kuliah itu.

6.  Kejar ilmu, jangan hanya kejar nilai. Karena nantinya kamu yang rugi kalau hanya ngejar nilai, dapat A, tapi ompong waktu ditanya.

7. Nikmati masa kuliah kamu sebelum masuk ke dunia nyata(pekerjaan, dunia pasca kampus). Cara nikmatinya dengan kegiatan positif, misal ikut organisasi(jangan tingkat fakultas aja, tapi tingkat ui juga), ikut olah raga, ukm, nyoba-nyoba ikut lomba, daftar-daftar asisten mahasiswa atau laboratorium, belajar bidang ilmu lain di luar yang kamu gelutin. Hal ini ngga jadi masalah qo, walaupun kamu ingin lulus 3,5 tahun. Jangan pernah berpikir kalau mau lulus 3,5 tahun kamu harus jadi SO(study Oriented) karena terbukti banyak yang ngga SO.

8. Dapetin kesempatan beasiswa-beasiswa baik untuk pendanaan atau yang ke luar negeri. Cek terus web nya. Kaya mahasiswa.ui.ac.id, international office, dll.

9. Untuk yang ingin jadi mapres persiapin diri dari semester 1(haha muda banget), maksimal semester 2 lah. Kaya skill bagaimana cara berpresentasi, sertifikat acara atau seminar, sertfikat sebagai pengisi acara, bahasa inggris yang baik, pokoknya perbagus cv sebaik mungkin. Jangan tunggu semester 5 ke atas, bakalan nyesel deh…

10. Terakhir, jangan takut berbeda dari yang lain. Karena perbedaan inilah yang membuat kamu memiliki keunikan dan mudah dikenali oleh orang lain. Lulus 3,5 tahun bukanlah hal yang jelek, bahkan bisa dibilang baik…karena banyak untungnya, walaupun ada yang bilang toh nanti nyari kerjanya juga sama aja sama yang lulus 4 tahun. Tapi, kamu punya kelebihan kalau kamu orang yang terencana dan bisa memastikan bahwa rencana kamu berhasil(lulus 3,5 tahun).

Segitu aja…mungkin bisa saya tambahin lagi nanti tips dan triknya, yang jelas ini pengalaman saya yang saya merasa ternyata lulus 3,5 tahun enak juga lho…walaupun sekarang udah ngga mungkin, kecuali saya bisa ikut sp dan ngambil 6 sks. haha..mahal bu…^^

*Buat yang ingin tanya-tanya silahkan email saya ke aisyahiadhan_ti08@yahoo.com, saya punya beberapa slide yang mungkin bisa membantu perkuliahan dan slide tentang skill untuk presentasi yang baik.

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on January 21, 2011 in pikiran-pikiranku, TI UI

 

4 responses to “21 atau 24 sks? Tips dan trik kuliah di TI UI

  1. Farid Akbar Harahap

    January 21, 2011 at 2:56 pm

    setuju dengan aisyah, saya juga mahasiswa TIUI dan merasakan hal yang sama.
    Bagi yang mau tetap aktif organisasi juga dan pengen cepat tamat itu bukan masalah, bukan berarti aktif di organisasi atau kegiatan kampus dijadikan masalah
    karena menurut saya semua berawal dari manajemen waktu yang baik.

     
  2. sofrida

    January 21, 2011 at 3:53 pm

    Ais, jangan merasa menyesal ya terhadap suatu pilihan karena menurut aku mungkin Allah punya jalan yang lebih baik buat kamu. Doakan kita-kita yang ambil 24 sks ya.. semoga selamat dari dunia IRS
    hahaha….

     
  3. Qie

    February 7, 2011 at 10:55 pm

    gak bilang2 punya blog, keep posting is

     
  4. Augystiana Dita

    February 26, 2011 at 7:23 pm

    *ngga sengaja nemu, hhee…* uhmm… saya sebetulnya secara ngga langsung juga termasuk yg kuliah 3.5 (walopun lulus 4.5 karena 1 tahun exchange). menurut saya hampir semua mahasiswa TIUI bisa lulus 3.5 tahun… ngga harus selalu ngambil 24 sks di semester 2,3,4… cukup ambil 24 sks di salah satu semester tersebut. lulus 3.5 tahun memang ngga salah, saya jg ga begitu ngerti enaknya apa… yang jelas, lulus bareng temen2 lain lebih enak daripada lulus sendirian (pengalaman pribadi). jd menurut saya ngga perlu ada yg disesali 🙂

    saya juga stuju dgn semua poin tips n trik km diatas… i’ve thought of the exact same things, when everything was too late to be changed 😛 hehe がんばってね

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: